Kontingen Sleman Juara Umum Kejuaraan Atletik Bank BPD DIY Championship ke-5

Kegiatan ini merupakan wujud konsistensi dukungan bank milik DIY tersebut pada membangun prestasi olahraga.

Kontingen Sleman Juara Umum Kejuaraan Atletik Bank BPD DIY Championship ke-5
Tribun Jogja/ Hanif Suryo
Pelari Sleman, Mutiara Oktarani Nurul Al Pasha (tengah) menjadi yang tercepat di tiga nomor yakni 400 meter putri, 1500 meter putri, dan estafet 4x400 meter putri di Kejuaraan Atletik Bank BPD DIY Championship ke-5 di Stadion Mandala Krida, Jumat (27/12/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ratusan atlet dari berbagai tingkat usia turut ambil bagian dalam Kejuaraan Atletik Bank BPD DIY Championship ke-5 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Jumat (27/12/2019).

Untuk tahun ini, event yang bekerja sama dengan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) DIY ini akan melombakan 20 nomor.

Terbagi kategori SD, SMP hingga senior terdiri dari lari 800 M putra dan putri, 60 M, 100 M, 400 M, UPP 900 M, 1.500 M, Estafet 4x200 M Mix, jalan cepat 3000 M putra dan putri.

Direktur Utama (Dirut) BPD DIY, Santoso Rohmad, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud konsistensi dukungan bank milik DIY tersebut pada membangun prestasi olahraga.

Apalagi, salah satu atlet yang ditemukan dalam kejuaraan tersebut, yakni Mutiara Oktarani Nurul Al Pasha, selain berhasil mengharumkan nama DIY, juga telah mengibarkan bendera merah putih di kancah Internasional.

Untuk itu, pihaknya menganggap kejuaraan yang dimulai 2015 ini perlu diteruskan, dengan harapan, muncul bibit-bibit berprestasi lainnya.

Santoso juga berharap ke depan, ajang ini menghasilkan lomba-lomba yang bermutu dengan keikutsertaan atletnya.

"Artinya, ini partisipasi dari BPD DIY, untuk pembinaan generasi muda, atau atlet-atlet atletik pada khususnya. Jadi, memang kita alokasikan untuk itu," kata Santoso Rohmad.

"Ini akan wadah yang rutin. Khususnya ajang meraih prestasi. Ke depan, ada harapan kegiatan atletik ini terjadi peningkatan kepesertaan. Tidak hanya tingkat daerah, tetapi nasional dan juga internasional. Ya, seperti panjat tebing, atau voli, atletik juga harus bisa ke arah sana," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Harian Pengurus Daerah Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) DIY, Bambang Dewanjaya, mengatakan kejuaraan ini rutin diadakan setiap tahun sebagai wadah penjaringan bibit potensial.

"Setiap tahun di adakan, ini sebagai wadah bibit atlet khususnya DIY untuk bisa berprestasi di daerah dan harapannya hingga level internasional," jelasnya.

Kabupaten Sleman kembali melanjutkan dominasinya dengan meraih titel juara umum mengoleksi 8 medali emas, 7 perak dan 3 perunggu.

Lalu, Gunungkidul duduk di posisi runner up, mengoleksi 6 medali emas, 3 perak dan 3 perunggu. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved