Bawaslu Klaten Maksimalkan Pengawasan Partisipatif pada Pilkada 2020

Sosialisasi pengawasan partisipatif bersama admin media sosial dan pegiat media massa diikuti 100 tamu undangan dari admin medsos dan pers

Bawaslu Klaten Maksimalkan Pengawasan Partisipatif pada Pilkada 2020
Dok. Pemkab Klaten
Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pilkada Klaten 2020 bersama Admin Media Sosial (Medsos) dan Pegiat Media Massa di Hotel Grand Tjokro Klaten, Kamis, (26/12/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Klaten akan memaksimalkan pengawasan partisipatif, mulai kecamatan hingga desa untuk terlibat dalam pengawasan Pilkada 2020.

Tujuannya, agar pelaksanaan Pilkada di Klaten nantinya berlangsung demokratis tidak ada yang menjelek-jelekkan antara calon satu dengan calon lainnya.

Sosialisasi pengawasan partisipatif bersama admin media sosial dan pegiat media massa diikuti 100 tamu undangan dari admin medsos dan kalangan pers di Klaten.

"Pengawas partisipatif dapat dibentuk di tingkat Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dengan melibatkan masyarakat, organisasi kemasyarakatan (ormas), admin medos maupun pemilih pemula. Pembentukan pengawas partisipatif sekaligus sebagai sarana Panwascam untuk menjaring pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS)," kata Ketua Bawaslu Klaten, Arif Fatkhurrahman di Hotel Grand Tjokro Klaten, Kamis (26/12/2019).

Dikatakan, waktu krusial saat pengawasan adalah setelah memasuki kampanye dan masa kampanye akan dilakukan setelah penetapan calon bupati dan wakil bupati oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sekitar Juni 2020 mendatang.

Kalau ada nanti medsos dijadikan sarana untuk menjelek-jelekkan calon lain, maka Bawaslu Klaten akan koordinasi dengan admin medsos yang bersangkutan.

Maka dari itu, kata Arif Fatkhurrahman, nantinya medsos juga dijadikan obyek pengawasan selama pelaksanaan Pilkada 2020.

Sehingga Bawaslu memaksimalkan semua komisioner Bawaslu Klaten, staf Bawaslu Klaten dan Panwascam untuk melakukan patroli medos melalui pesawat HP-nya masing-masing dan perlengkapan internet yang ada di Bawaslu.

Untuk itu Arif Fatkhurrahman mengimbau, agar admin medsos masing-masing OPD dan admin medsos masyarakat dapat mengingatkan anggotanya untuk tidak mudah mengunggah atau meneruskan info baik tulisan, gambar, video yang belum diketahui kebenarannya.

Halaman
12
Penulis: Victor Mahrizal
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved