Bisnis

Pembangunan Infrastruktur Masih Diandalkan untuk Angkat Pertumbuhan Ekonomi DIY

Pembangunan yang berkelanjutan bertujuan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di DIY terutama setelah YIA tuntas dibangun.

Pembangunan Infrastruktur Masih Diandalkan untuk Angkat Pertumbuhan Ekonomi DIY
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Sejumlah kendaraan tampak melintas di depan area pintu masuk kawasan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Temon, Kulon Progo, Selasa (3/12/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Meski pembangunan Yogyakarta International Airport (YIA) hampir selesai, pembangunan infrastruktur pendukung lainnya masih harus dilanjutkan dalam waktu tiga tahun ke depan.

Pembangunan yang berkelanjutan ini untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di DIY terutama setelah YIA tuntas dibangun.

"Harus ada pembangunan infrastruktur sampai 2022. Karena kalau tidak sampai 2022, saya khawatir sustainability-nya," ujar Kepala Bappeda DIY Budi Wibowo, Kamis (5/12/2019).

Menurut Budi, jika hanya mengandalkan bandara YIA di 2019 pertumbuhan ekonomi akan turun.

Bank Indonesia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi DIY Menurun pada 2020

Untuk itu mulai 2020 pembangunan infrastruktur seperti tol, rel kereta api, hingga KEK harus dimulai.

"Bagaimana di 2020 ada pembangunan infrastruktur misalnya tol atau rel kereta api. Kemudian 2021 ada pembangunan lagi, aerotropolis sudah mulai masuk, kawasan ekonomi khusus sudah mulai masuk. Di 2022 juga demikian, harus diteruskan. Sehingga akan terjaga sustainability-nya," terangnya.

Budi mengatakan, sementara DIY memang mengandalkan pembangunan infrastruktur untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dengan pembangunan infrastruktur ini diharapkan berdampak pada penurunan kemiskinan di DIY.

"Sementara iya (mengandalkan infrastruktur) agar pertumbuhan ekonominya bisa mengangkat ekonomi masyarakat dulu. Itu yang kita harapkan," ujarnya.

Tutorial Super Mudah Menghilangkan Kantong Mata

Di sisi lain, jika pertumbuhan ekonomi turun, Budi khawatir ada keraguan bagi para calon investor untuk masuk ke DIY.

"Kalau pertumbuhan ekonomi turun itu, juga akan mengkhawatirjan bagi para calon investor yang masuk. Ada keraguan, turunnya seperti apa," katanya.

Namun, kata Budi, sebisa mungkin pemda harus bisa menjelaskan kepada para calon investor soal kondisi tersebut.

"Kita harus bisa menjelaskan pada mereka. Komitmen pemda DIY bagaimana kami menjemput investor itu. Karena 83 sekian persen itu dukungan keuangan dari mereka sangat kita harapkan," tuturnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Amalia Nurul F
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved