Mesut Ozil Dihapus dari Gim PES 2020 Gara-gara Cuitan di Twitter Soal Muslim Uighur

Karakter Mesut Ozil dihapus dari gim video Pro Evolution Soccer 2020 atau PES 2020 di China karena cuitannya tentang Muslim Uighur.

Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana | Editor: Mona Kriesdinar
uefa.com
Mesut Özil 

TRIBUNJOGJA.COM - Tagar #WeAreWithYouOzil menjadi trending topic dunia di Twitter pada Sabtu (21/12/2019) malam.

Punggawa Arsenal ini menjadi bincangan di media sosial karena karakternya dihapus dari gim Pro Evolution Soccer atau yang dikenal dengan PES 2020 di Tiongkok karena cuitannya.

Cerita di Balik Foto Dua Bintang Arsenal Mesut Ozil-David Luiz di Piala Dunia

Mesut Ozil menuliskan cuitan yang menyinggung soal isu deskriminasi dan kemanusiaan atas Muslim Uighur di Tiongkok.

Cuitan tersebut berbuntut panjang pada Jumat (13/12/2019), karena perusahaan penyedia layanan gim PES 2020, NetEase di Tiongkok menganggap cuitan Ozil sudah melukai penggemarnya di sana.

Hingga pada akhirnya Mesut Ozil dihapus dari gim PES 2020 China.

Dikutip Tribunjogja.com dari laman Skysport.com, pemain Jerman keturunan Turki ini menuliskan cuitan sebagai responnya terhadap isu kemanusiaan yang terjadi di China.

Kumpulan Ucapan Selamat Hari Ibu yang Jatuh Hari Ini Tanggal 22 Desember 2019

Dia menuliskan dalam bahasa Turki, "Quran telah dibakar, masjid ditutup. Sekolah muslim dilarang. Cendekiawan dibunuh satu per satu. Saudara-saudara dikirim paksa ke kamp. Para muslim diam. Suara mereka tidak didengar."

Sesaat setelah cuitan tersebut, melalui akum media sosial China, NetEase berkomentar bahwa cuitan Ozil sudah melukai perasaan dari penggemarnya di Tiongkok dan mencederai semangat olahraga yang dengan cinta dan kedamaian.

Deretan Drama Korea (Drakor) Populer Akhir Tahun 2019, dari Komedi Romantis hingga Dark Thriller

Beberapa pihak lantas angkat bicara tentang komentar Mesut Ozil, satu di antaranya adalah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo yang mendukung Ozil.

Pada intinya, Mike menyebutkan jika sekalipun pemerintah Tiongkok menyensor Mesut Ozil dan Arsenal, kebenaran tetap akan terungkap.

Atas kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Tiongkok ini, klub Bundesliga Jerman, FC Cologne menutup akademi mereka di China.

Dikutip dari Kompas.com, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) memperkirakan ada satu juta orang yang mayoritas muslim Uighur dibawa dan ditahan di kamp, yang berlokasi di Xinjiang.

Ada dokumen yang dikeluarkan pada bulan November lalu, yang menguak bagaimana etnis minoritas ini diperlakukan oleh pemerintah Tiongkok.

Namun, pemerintah membantah jika mereka telah melakukan kekerasan pada masyarakat muslim Uighur.

Menurut mereka, pemerintah hanya melakukan kampanye antiterorisme.

( Tribunjogja.com | Fatimah Artayu Fitrazana)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved