Pendidikan

Desak Rektor Sahkan Aturan Kekerasan Seksual, Aliansi Mahasiswa UGM Gelar Aksi

Aksi yang dilakukan pada hari merupakan aksi lanjutan dari aksi Menggugat Gadjah Mada yang berlangsung pada 13 November lalu.

Desak Rektor Sahkan Aturan Kekerasan Seksual, Aliansi Mahasiswa UGM Gelar Aksi
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Aliansi Mahasiswa UGM menggelar aksi di depan Grha Sabha Pramana (GSP) UGM pada Kamis (19/12/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Aliansi Mahasiswa UGM menggelar aksi di depan Grha Sabha Pramana (GSP) UGM pada Kamis (19/12/2019)

Mereka menuntut Rektor UGM untuk segera mengesahkan Peraturan Rektor tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di lingkungan UGM.

Aksi yang dilakukan pada hari merupakan aksi lanjutan dari aksi Menggugat Gadjah Mada yang berlangsung pada 13 November lalu.

Anggota Aliansi Mahasiswa UGM dari Forum Advokasi, Kevin Krissentanu mengatakan aksi tersebut dipicu karena draft Peraturan Rektor tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual tidak segera disahkan oleh Rektor UGM yang semula telah dijanjikan akan disahkan pada 13 Desember 2019.

Aliansi Mahasiswa UGM Desak Peraturan Kekerasan Seksual Segera Disahkan

Namun hingga saat ini, draft peraturan tersebut tak kunjung disahkan.

"Jadi keluarnya #UGMBohongLagi karena pada 13 November 2019 Pak Rektor menyatakan bahwa 13 Desember peraturan akan disahkan. Pada 13 Desember kita mendapat konfirmasi bahwa ternyata belum disahkan, makanya kami kecewa sehingga di media sosial membuat tagar UGMBohongLagi," katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UGM Djagal Waseso Marseno mengatakan Surat Keputusan Rektor telah diproses di Pimpinan Universitas.

"Ibarat negara kalau membuat undang-undang harus lewat pemerintah dan DPR. Di pemerintah sudah selesai, sekarang ada proses-proses internal yang ada di Senat Akademik dan akan diplenokan pada 26 Desember 2019," ucapnya.

Lanjutnya, pada saat mahasiswa menuntut agar draft peraturan tersebut dapat disahkan pada 13 Desember lalu, ia mengatakan, dari Pimpinan Universitas sebenernya sudah selesai.

Tutorial Super Mudah Menghilangkan Kantong Mata

"Tinggal di tingkat Senat Akademik yang belum selesai dan kita harus menghargai tidak boleh ada intervensi. Proses di Senat Akademik juga melalui komisi yang kemudian akan diplenokan. Senat Akademik adalah badan normatif tertinggi di kampus yang harus dihormati," katanya.

Halaman
12
Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved