Breaking News:

Pembangunan Infrastruktur Calon Ibu Kota Negara Baru Dimulai Pertengahan 2020, Ini Penjelasan Jokowi

Presiden Jokowi mengatakan pembangunan infratruktur ibu kota baru akan dimulai pada pertengahan tahun 2020.

Editor: Muhammad Fatoni
Warta Kota/Alex Suban
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor meninjau lahan lokasi ibu kota negara yang baru di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019) sore. Presiden Jokowi menegaskan bahwa lahan tersebut bukan merupakan hutan lindung, melainkan kawasan hak pengusahaan hutan (HPH) yang dikembalikan ke negara. 

Presiden Jokowi mengatakan pembangunan infratruktur ibu kota baru akan dimulai pada pertengahan tahun 2020.

Presiden Joko Widodo meninjau lokasi kluster pemerintahan di calon ibu kota baru di Kecamatan Sepaku, Penajam Passer Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019).
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi kluster pemerintahan di calon ibu kota baru di Kecamatan Sepaku, Penajam Passer Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019). (KOMPAS.com/Ihsanuddin)

TRIBUNJOGJA.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau lokasi calon ibu kota negara yang baru di Penajam Passer Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019) kemarin.

Dalam kunjungan tersebut, presiden berujar bahwa pembangunan infrastruktur calon ibu kota negara baru akan dimulai pada pertengahan tahun 2020.

"Setelah desain gagasannya nanti diputuskan kemudian digambar secara detail dalam waktu 6 bulan. Tapi kita perkirakan pertengahan tahun 2020 pembangunan infrastruktur sudah akan dimuali," ujarnya. 

Jokowi menambahkan jika infrastruktur jalan dilokasi pembangunan Ibu Kota baru sudah ada meskipun kasar tapi dapat memudahkannya meninjau lokasi. 

Ketika ditanya mengenai pembentukan provinsi baru untuk ibu kota ini, Jokowi menjawab akan dirapatkan dengan DPR wacana tersebut. 

"Ini nanti akan dirapatkan dengan DPR, bisa dalam bentuk provinsi, bisa kota. Nanti akan diputuskan antara pemerintah dengan DPR," ungkapnya dilansir melalui YouTube Sekertariat Presiden, Selasa (17/12/2019).

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) meninjau progres persiapan pembangunan Ibu Kota baru di kawasan Kelurahan Pemaluan, Sepaku, Penajam Paser Utara, Selasa (17/12/2019). Hari ini Presiden Jokowi meresmikan beroperasinya Tol Balikpapan-Samarinda yang akan menjadi jalur penghubung utama menuju Ibu Kota baru RI.
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) meninjau progres persiapan pembangunan Ibu Kota baru di kawasan Kelurahan Pemaluan, Sepaku, Penajam Paser Utara, Selasa (17/12/2019). Hari ini Presiden Jokowi meresmikan beroperasinya Tol Balikpapan-Samarinda yang akan menjadi jalur penghubung utama menuju Ibu Kota baru RI. (TRIBUNNEWS/BIRO PERS/AGUS SUPARTO )

Ia menegaskan jika keputusan tersebut tidak bisa diputuskan dengan cepat karena menyangkut sebuah gagasan yang besar. 

"Ini adalah sesuatu yang tidak harus cepat-cepat diputuskan karena menyangkut sebuah gagasan besar, menyangkut sebuah perencanaaan besar, menyangkut sebuah pendanaan besar. Ini pemikiran yang tidak mudah," kata mantan Wali Kota Solo ini. 

Jokowi menyebut, kawasan ibu kota baru nantinya memiliki luas 56 ribu hektare, yang berdiri di atas lahan milik negara dengan total luas 256 ribu hektare.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved