Atasi Kekeringan di Gendayakan, ITNY Kolaborasi dengan Berbagai Pihak

Ini upaya ITNY atasi kekeringan di Desa Gendayakan dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak.

Dok. ITNY
Upaya ITNY mengatasi kekeringan di Desa Gendayakan, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 

TRIBUNJOGJA.com - Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) melalui Kelompok Mahasiswa Pencinta Alam Gapadri, berusaha mengatasi kekeringan di Desa Gendayakan, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Tak sendiri, dalam menyelesaikan masalah tersebut Gapadri ITNY berkolaborasi dengan Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (Padasuka), Djarum Foundation, Dompet Dhuafa, Pemerintah Desa Gendayakan, dan Pokmas Sukatirta Desa Gendayakan.

Kekeringan memang menjadi masalah di Desa Gendayakan sejak awal berdiri.

Menurut Wakil Rektor III ITNY Hill Gendoet Hartono, dari sudut pandang geologi Desa Gendayakan dulunya merupakan hasil pengangkatan dasar laut akibat pergerakan lempeng Bumi.

Hal tersebut membuat karakteristik batuan di Desa Gendayakan berongga, dan tidak dapat menyimpan air.

Itulah yang menyebabkan Desa Gendayakan sering dilanda kekeringan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, kolaborator mengangkat air dari sungai bawah tanah yang ditemukan Gapadri ITNY.

Proses penemuan sumber air cukup sulit dan menantang karena tim eksplorasi Gapadri ITNY harus turun ke perut bumi sedalam 200 meter.

Aliran sungai bawah tanah tersebut juga tertutup sisa-sisa daun dan ranting sehingga harus dibersihkan terlebih dahulu.

Namun, berkat sumbangsih Djarum Foundation, Dompet Dhuafa, dan Padasuka, air tersebut berhasil diangkat ke permukaan dan disalurkan melalui keran-keran umum di beberapa wilayah Desa Gendayakan.

Empat pedukuhan di Desa Gendayakan pun dapat memenuhi kebutuhan airnya.

Kepala Desa Gendayakan Heri Sutopo, mengungkapkan rasa haru dan syukurnya karena berkat kolaborasi multi-pihak tersebut, perlahan Desa Gendayakan dapat terlepas dari kekeringan.

Hill juga mengapresiasi keterlibatan Gapadri dalam kolaborasi tersebut.

Ia mengatakan, keberhasilan yang diraih berasal dari ikhtiar masyarakat Desa Gendayakan untuk mengentaskan diri dari kekeringan.

Pihak ITNY sendiri akan melanjutkan ikhtiar tersebut sehingga sumber-sumber air lain dapat ditemukan.

“Program Studi Teknik Geologi ITNY akan melanjutkan dengan melakukan pemetaan sungai bawah tanah,” kata Hill, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Hasil proses pengangkatan air diresmikan di Balai Desa Gendayakan, Selasa (17/12/2019).

Peresmian dihadiri perwakilan pihak kolaborator, dan perwakilan Pemerintah Kecamatan Paranggupito.

(Penulis: Inadha Rahma Nidya / Editor: Anggara)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved