Kota Yogyakarta

Tim Monitoring Temukan 90 Tabung Gas Bersubsidi Salah Sasaran di Kota Yogya

Tim monitoring LPG 3 kilogram bersubsidi Kota Yogyakarta masih menemukan pelaku usaha yang membandel dalam memanfaatkan gas bersubsidi.

Tim Monitoring Temukan 90 Tabung Gas Bersubsidi Salah Sasaran di Kota Yogya
TRIBUNJOGJA.COM | AGUNG ISMIYANTO
Ilustrasi gas elpiji 3 kg 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tim monitoring LPG 3 kilogram bersubsidi Kota Yogyakarta masih menemukan pelaku usaha yang membandel dalam memanfaatkan gas bersubsidi.

Pada kunjungan lapangan yang dilakukan pada Selasa (17/12/2019), tim tersebut mendapati sebanyak 90 gas bersubsidi digunakan oleh pelaku usaha yang sudah tergolong mapan.

Pada kunjungan lapangan itu, tim monitoring LPG 3 Kilogram bersubsidi Kota Yogyakarta menyambangi sekira delapan lokasi usaha.

Kepala Bidang Bimbingan Usaha, Pengawasan, dan Pengendalian Perdagangan Disperindag Kota Yogya, Benedict Cahyo Santosa mengatakan, sesuai dengan peruntukkannya LPG 3 kg memang dikhususkan bagi rumah tangga miskin dan pelaku usaha mikro.

Sebanyak 112 Tabung Gas Elpiji Bersubsidi Diamankan saat Sidak

Namun demikian masih banyak pelaku usaha yang kekeh dan tetap menggunakan LPG bersubsidi.

"Toleransinya untuk sekarang kita masih pembinaan dan ditukar dengan gas melon. Jadi kita tukar degan dua gas LPG 3 kg banding satu gas melon," katanya.

Menurut Agus, pelaku usaha yang sudah beromzet Rp 50 juta tidak lagi diperbolehkan untuk menggunakan LPG bersubsidi.

Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan inspeksi untuk mengimbau pelaku usaha yang masih enggan beralih ke LPG non subsidi.

"Ini akan rutin kita lakukan. Tujuannya juga supaya tidak terjadi kelangkaan di masyarakat," urainya.

Tutorial Super Mudah Menghilangkan Kantong Mata

Sementara itu, pengelola Cak Ngun Soto Lamongan, Mangun mengaku belum tahu adanya aturan yang melarang penggunaan gas LPG bersubsidi bagi pelaku usaha yang telah mapan.

Ia mengaku telah terlanjur membeli cukup banyak persediaan LPG 3 kg, sehingga dengan kesadaran sendiri setelah diberi penjelasan oleh petugas menukar dengan gas melon.

Ia mengaku bisa menghabiskan sebanyak tujuh buah tabung gas 3 kg dalam satu hari, sehingga dalam sebulan bisa mencapai sekira 210-an tabung.

"Nggak masalah ditukar dengan yang gas melon tapi semoga isinya penuh. Soalnya kita kan juga nggak tahu gas kan nggak kelihatan dan stoknya selalu ada di kios," pungkas Mangun. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved