Bisnis

Pertamina Tambah Stok BBM dan Siapkan SPBU Kantong di Nataru

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Jateng dan DIY menambah stok BBM selama periode Natal dan Tahun Baru.

Pertamina Tambah Stok BBM dan Siapkan SPBU Kantong di Nataru
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Sales Area Manager wilayah DI Yogyakarta, Pande Made Andi Suryawan saat memberikan keterangan pers terkait kesiapan Pertamina menghadapi Natal dan Tahun Baru 2020. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Jateng dan DIY menambah stok BBM selama periode Natal dan Tahun Baru.

Sales Area Manager wilayah DI Yogyakarta, Pande Made Andi Suryawan menjelaskan bahwa selain itu, pihaknya telah membentuk Satgas Pertamina yang bertugas sejak 18 Desember 2019 sampai 8 Januari 2020.

Pande mengatakan bahwa selain menambah stok BBM, pihaknya juga sudah menyediakan SPBU kantong, yakni truk tangki Pertamina yang bersiaga di beberapa titik dan siap bergeser ke SPBU lain yang membutuhkan BBM saat stok mereka mendekati habis.

Pertamina Jamin Avtur Aman Jelang Nataru

"SPBU Kantong ada di Sleman, Gunungkidul dan Kulonprogo, karena kami prediksi akan terjadi peningkatan kepadatan lalu lintas di sana. Di DIY ada 7 SPBU kantong, sementara 22 SPBU kantong ada di Solo Raya," bebernya, saat Jumpa Pers di Bilik Kayu Yogyakarta, Selasa (17/12/2019).

7 SPBU kantong tersebut yaitu 3 SPBU di wilayah Sleman (44.555.24 Pokoh, 44.555.04 Medari dan 44.552.04 Maguwo) 2 SPBU di wilayah Gunung Kidul (SPBU 44.558.09 gading dan 44.558.12Duwet), 1 SPBU di wilayah Bantul (SPBU 44.557.09 Patalan) dan 1 SPBU di Kulon Progo (44.556.03 Temon).

Pande menuturkan, BBM jenis Gasoline ditambah hingga 15 persen dari rataan harian normal sebesar 13.038 Kiloliter menjadi 14.969 Kiloliter.

Sedangkan untuk wilayah DI Yogyakarta diperkirakan persentase kenaikan BBM yaitu 14 persen dari 1.954 Kiloliter menjadi 2.234 Kiloliter.

Pende menambahkan, prediksi kenaikan konsumsi tertinggi produk BBM jenis Gasoline akan terjadi pada produk Pertamax dan Pertamax Turbo dengan masing-masing presentase peningkatan sebesar 18 persen dan 20 persen.

“Pertamax diprediksi akan naik dari rataan normal sebesar 264 Kiloliter menjadi 311 Kiloliter dan Pertamax Turbo dari 6 Kiloliter menjadi 7 Kiloliter. Sedangkan untuk produk BBM jenis Gasoil diperkirakan juga akan naik sebanyak 3 persen yaitu dari rataan harian normal 440 Kiloliter menjadi 456 Kiloliter saat satgas," jelas Pande.

Peringati HUT ke-62, Pertamina Gelar Bakti Sosial

Berbeda dengan di Jawa Tengah, Pande menuturkan kenaikan BBM jenis Gasoil (dex series) di Yogyakarta diperkirakan terjadi karena banyaknya kendaraan pribadi bermesin diesel yang akan bergerak atau masuk ke wilayah DIY.

Ia mengungkapkan, kesiapan Satgas Pertamina MOR IV di tahun ini mendapat tantangan baru karena arus wisatawan yang akan datang ke wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta menggunakan jalur darat diprediksi akan lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.

“Semenjak dibukanya tol Trans Jawa, wilayah kerja Petamina MOR IV di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta menjadi salah satu destinasi favorit bagi masyarakat yang ingin berlibur akhir tahun karena dapat dijangkau dengan mobil pribadi secara cepat. Selain menambah stok, kami juga mengoptimalkan pelayanan," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved