Nasional

Konferensi Nasional Humas 2019 ke-20 Digelar di Yogyakarta

Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Indonesia kembali menyelenggarakan Konferensi Nasional Humas (KNH) ke-20, Senin (16/12/2019).

Konferensi Nasional Humas 2019 ke-20 Digelar di Yogyakarta
TRIBUNJOGJA.COM / Andreas Desca Budi Gunawan
Agung Laksamana saat menyampaikan sambutan di Konferensi Nasional Humas 2019 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Andreas Desca Budi Gunawan

TRIBUNJOGJA.COM , YOGYA - Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Indonesia kembali menyelenggarakan Konferensi Nasional Humas (KNH) ke-20, Senin (16/12/2019).

Penyelenggaraan KNH kali ini berlokasi di Sahid Raya Hotel & Convention, Sleman, DIY, pada Senin (16/12/2019) hingga Selasa (17/12/2019).

Diikuti oleh 600 perwakilan Humas dari seluruh pelosok Indonesia, KNH kali ini mengangkat tema 'HUMAS 2020 : Kearifan Lokal, Solusi Global'.

Divisi Humas Polri Naik Kelas jadi Badan, Dipimpin Jenderal Bintang Tiga

Ketua Umum BPP Perhumas, Agung Laksamana menyampaikan bahwa tema tersebut dipilih untuk menyosialisasikan keunggulan Indonesia kepada dunia.

"Perhumas meyakini bahwa peran SDM humas sangat vital dalam mensosialisasikan keunggulan Indonesia dan dalam mendorong tercapainya 'SDM Unggul, Indonesia Maju'," katanya.

Selain itu, sebuah sub tema lainnya juga diangkat dalam kegiatan ini yakni '#IndonesiaBicaraBaik'.

Agus juga menyampaikan bahwa peran dan fungsi Humas saat ini semakin kompleks dengan pesatnya perkembangan media digital dan teknologi artificial intelligence (AI), serta berbagai macam hoax dan fake news yang beredar.

"Sebagai humas, Kita juga harus menyebarkan optimisme dan berita positif tentang capaian bangsa ini. Humas adalah #IndonesiaBicaraBaik," tegas Agung.

Humas Pemerintah Harus Responsif Menarik dan Menguasai Teknologi

Adapun pemilihan DIY sebagai lokasi penyelenggaraan KNH ke-20, menurut Agung itu lantaran Yogyakarta kaya akan kearifan lokal dan budaya.

"Hal ini akan memberikan perspektif bagi para praktisi Humas agar tetap memiliki dan mencari perspektif lokal, sebagi solusi kreatif dalam menghadapi era globalisasi dan disrupsi saat ini," tuturnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Andreas Desca
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved