Breaking News:

Jawa

Warga Korban Bencana Angin Kencang di Magelang Dapatkan Bantuan BUMD

Bantuan berupa uang diberikan kepada warga untuk perbaikan rumah tidak layak huni dan rumah yang rusak akibat bencana angin kencang.

Istimewa
Bupati Magelang, Zaenal Arifin, warga dan pihak BUMD di sela-sela menyaksikan penyerahan bantuan CSR di Kantor Bupati Magelang, Jumat (13/12/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Lima warga Kabupaten Magelang diberikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Bantuan berupa uang diberikan kepada warga untuk perbaikan rumah tidak layak huni dan rumah yang rusak akibat bencana angin kencang.

'Pemerintah bersama BUMD ingin membantu meringankan beban warga yang tertimpa musibah angin kencang atau angin puting beliung beberapa waktu lalu. Mudah-mudahan bantuan dari BUMD ini bermanfaat dan bisa meringankan beban masyarakat," ujar Bupati Magelang, Zaenal Arifin, di sela-sela menyaksikan penyerahan bantuan CSR di Kantor Bupati Magelang, Jumat (13/12/2019).

Lima orang penerima bantuan CSR, dua diantaranya untuk perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), sementara tiga lainnya merupakan korban bencana angin puting beliung di Kecamatan Windusari, Magelang beberapa waktu lalu.

Empat Rumah Tertimpa Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang di Sleman Sore Ini

Besaran bantuan yang diserahkan sebesar Rp 17,5 juta per orang dari CSR BUMD PDAM Kabupaten Magelang, Bapas 69, PD BPR BKK Muntilan, dan Bank Jateng (Provinsi).

Salah seorang warga penerima CSR, Choirodin warga Dusun Cempogo, Desa Girimulyo, Kecamatan Windusari, mengatakan, dirinya merasa terbantu dengan bantuan tersebut.

Ia menceritakan beberapa waktu lalu rumahnya juga rusak terdampak bencana angin kencang.

Pasca Atap Rontok, Guru SMKN 1 Seyegan Sempat Melihat Angin Berputar di Atas Bangunan

Ia pun akan menggunakan bantuan CSR tersebut untuk membenahi tempat tinggalnya sesegera mungkin agar lebih kokoh dan layak huni.

"Rumah saya ini bisa dibilang sudah rapuh (tidak layak huni) sehingga saat terjadi bencana angin kencang kemarin mengalami kerusakan yang cukup parah," ungkapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved