Kota Yogyakarta

Dewan Kota Yogya Akan Godok Perda Miras Baru

Kalangan legislatif Kota Yogyakarta tengah berencana untuk menyusun Peraturan Daerah (Perda) tentang minuman beralkohol (mihol) pengganti Perda nomor

Dewan Kota Yogya Akan Godok Perda Miras Baru
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kalangan legislatif Kota Yogyakarta tengah berencana untuk menyusun Peraturan Daerah (Perda) tentang minuman beralkohol (mihol) pengganti Perda nomor 7 tahun 1953 tentang Izin Penjualan dan Pemungutan Pajak atas Izin Menjual Minuman Keras.

Sejumlah kalangan menilai Perda nomor 7 tahun 1953, tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini. Selain itu, sanksi bagi pelanggar yang kedapatan tidak mematuhi aturan dalam sejumlah pasalnya juga cenderung rendah, sehingga tidak menimbulkan efek jera.

"Sedang kita persiapkan naskah akademiknya untuk penyusunan di tahun depan," kata Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Danang Rudiyatmoko, Jumat (13/12/2019).

Pesta Miras Oplosan, Dua Warga Bekasi Tewas

Danang menyebut, pihaknya masih akan menekankan aturan itu lebih kepada substansi penyalahgunaan.

Pasalnya, pengunaan mihol juga cukup banyak yang digunakan untuk kebutuhan lain.

Sehingga, pihaknya akan mengkaji lebih dulu ketentuan-ketentuan lain yang berhubungan dengan aturan itu.

"Terminologinya nanti kan juga mesti jelas, peruntukkan konsumtif atau kebutuhan laboratorium," tambah Danang.

Ia melanjutkan, pertimbangan Yogyakarta sebagai kota wisata juga akan dimasukkan.

Sehingga peraturan itu akan mengklasifikasi hal-hal tertentu serta bakal menyerap berbagai masukan dari sejumlah daerah lain yang telah menerapkan aturan serupa.

"Palembang dan Semarang sepertinya sudah kepada mihol aturan Perdanya. Kita juga serap komitmen dari PN, Polresta, serta OPD lain," imbuhnya.

UPDATE Kasus Kucing Dicekoki Miras, Hasil Visum Ungkap Ada Memar dan Kekerasan di Tubuh

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini pada Gelar Hasil Penegakan Perda Kota Yogyakarta lalu mengatakan, penyalahgunaan miras akan berakibat kompleks kepada situasi lingkungan dan juga ketertiban di masyarakat.

Dengan demikian, dibutuhkan sinergi dan juga kesadaran berbagai pihak untuk menekan angka penyalahgunaan miras, terutama di kalangan pelajar.

"Penyalahgunaan miras biasanya menjadi pemicu timbulnya tindakan yang meresahkan di masyarakat. Kalau sudah terpapar miras ditambah geng-geng-an, rencana-rencana kejahatan dan tindakan kriminal biasanya akan timbul," urainya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved