Bantul

Tidak Punya Pelabuhan, Hasil Tangkapan Ikan di Bantul Cenderung Minim

Tangkapan ikan hasil nelayan di Kabupaten Bantul dinilai masih sedikit, atau berkisar 1.000 ton per tahun.

Tidak Punya Pelabuhan, Hasil Tangkapan Ikan di Bantul Cenderung Minim
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Ilustrasi: Nelayan pantai Depok menepi ke darat setelah mencari ikan di laut selatan, Minggu (14/7/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Tangkapan ikan hasil nelayan di Kabupaten Bantul dinilai masih sedikit, atau berkisar 1.000 ton per tahun.

Dinas Pertanian Pangan Perikanan dan Kelautan (DP3K) Bantul menilai, hal itu dikarenakan tak dimilikinya pelabuhan.

Plt Kepala DP3K, Bambang Pin Erwanta mengatakan, jumlah tangkapan ikan itu tergolong kecil dibandingkan kabupaten lain di DIY, yang sama-sama mempunyai pantai.

Lantaran tidak ada pelabuhan, kapal-kapal besar sulit mendaratkan hasil tangkapannya.

Tidak Ada Korban dalam Perahu Nelayan Terbalik di Pantai Baru

Ia pun berujar, menurut catatan di sejumlah tempat pelelangan ikan (TPI) yang ada di Bantul, layaknya di Pantai Depok, Pantai Kuwaru, Pantai Gua Cemara dan Pantai Samas, distribusi ikan masih didominasi kapal-kapal milik nelayan lokal yang berukuran kecil.

"Sebetulnya tangkapan ikan laut nelayan di Bantul cukup tinggi ya. Tapi, sebagian besar dibawa kapal besar. Nah, mereka mendaratnya kan di Pelabuhan Sadeng, sehingga hasil tangkapannya dicatat di Gunungkidul," katanya.

Akan tetapi, Bambang masih meyakini, target produksi perikanan di Bantul yang mencapai 13 ribu ton, mampu terpenuhi.

Sebab, pihaknya mempunyai keunggulan di sektor air tawar dengan jumlah petani yang cukup melimpah, sehingga dinilai bisa mendukung.

"Jadi, ikan air tawar yang selama ini menjadi unggulan produksi di Bantul antara lain jenis lele, nila, hingga gurame," terangnya.

Lebih lanjut, ia menandaskan, DP3K terus berupaya agar jumlah target produksi perikanan bisa senantiasa meningkat.

Ya, salah satu yang diupayakan pihaknya adalah, dengan mempersiapkan berbagai program budidaya ikan untuk masyarakat umum.

Kecewa Susi Pudjiastuti Tak Lagi Jabat Menteri Kelautan dan Perikanan, Ini Harapan Nelayan di Bantul

"Apalagi, permintaan masyarakat terhadap ikan konsumsi ini cukup tinggi. Terutama untuk kebutuhan warung-warung makan di Bantul ya," tandasnya.

Di samping itu, untuk memenuhi permintaan dari masyarakat, pihaknya sampai harus mendatangkan ikan dari luar daerah.

Bukan tanpa sebab, ikan lokal sejauh ini dinilai kurang, lantaran hanya sanggup mencukupi lebih kurang 40 persen kebutuhan. 

"Permintaan ikan konsumsi memang cukup tinggi, banyak dari restoran dan warung-warung pecel lele. Untuk itu, kami terus berupaya menggenjot produksi ikan di Bantul," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved