Kota Yogyakarta

Perda 'Sapu Jagat' Disebut Bakal Diterapkan Awal Tahun Depan

Beleid yang juga identik dengan julukan Perda sapu jagat itu, diharapkan bisa memberikan efek jera yang cukup keras pada sejumlah pelanggar yang masih

Perda 'Sapu Jagat' Disebut Bakal Diterapkan Awal Tahun Depan
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Peraturan Daerah (Perda) Kota Yogyakarta yang mengatur tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyakarat disebut bakal mulai diberlakukan pada triwulan pertama 2020 mendatang.

Beleid yang juga identik dengan julukan Perda sapu jagat itu, diharapkan bisa memberikan efek jera yang cukup keras pada sejumlah pelanggar yang masih ngotot.

Para pelanggar dimungkinkan bakal dikenakan nominal denda yang cukup signifikan jika kedapatan melanggar beberapa ketentuan, semisal polisi cepek, perusak fasilitas umum, PKL di tempat terlarang, parkir sembarang, vandalisme dan aturan lain.

Camat Danurejan, Antariksa Agus mengatakan, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Sat Pol PP terkait dengan rencana penerapan aturan itu.

Pelanggaran Perda Reklame di Kota Yogya Masih Tinggi

Namun begitu, dia mengklaim pelbagai persiapan, pemetaan, dan juga sosialisasi bakal dilakukan dalam waktu dekat.

Pada sejumlah titik yang kerap dilanggar di wilayah tersebut juga bakal ditilik ulang.

Semisal pedagang PKL yang kerap muncul di sirip-sirip Jalan Malioboro, parkir dadakan, hingga pelanggaran lainnya.

"Kita utamakan titik yang paling banyak dan sering terjadi pelanggaran ya," imbuhnya, Kamis (12/12/2019).

Meski begitu, pihaknya berharap mulai diberlakukannya aturan ini bakal dapat menekan jumlah pelanggaran guna menjaga kenyamanan dan juga ketertiban di area setempat.

Sehingga, upaya-upaya preventif juga akan diberikan kepada masyarakat.

"Pemahaman berhubungan dengan Perda itu pasti terus kami galakkan pada masyarakat, sehingga potensi pelanggaran bakal bisa kita cegah," imbuhnya.

Pemkot Yogya dan DPRD Masih Godok Perda Perubahan Nomenklatur Kelembagaan

Sekretaris Sat Pol PP Kota Yogyakarta, Hery Eko Prasetyo menjelaskan, para pelanggar yang kedapatan dimungkinkan bakal langsung ditindak di lapangan.

"Penekanannya kita memang fokus untuk memberikan efek jera, karena selama ini yang kita proses kan pelanggar selalu mengulang," imbuhnya.

Bahkan, dalam aturan itu juga tertera pemberian sanksi bukan saja kepada PKL yang berada di tempat larangan, namun juga kepada para pembeli.

"Kalau pembelinya di daerah larangan ya, dua-duanya kita denda. Karena kan dia jualan karena ada yang beli," urainya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved