Bisnis

Dawet Instan Ester Banyak Diborong Kafe dan Restoran

Pelanggannya kebanyakan restoran atau kafe yang berada di Solo, Jabodetabek, Kalimantan, hingga Bali. Rata-rata permintaan pesanan dawet instan dari

Dawet Instan Ester Banyak Diborong Kafe dan Restoran
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul
Ester tak menyangka produk dawet instan buatannya banyak dipesan kafe dan restoran 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berjualan dawet bukan hal baru bagi Ester S. Oktarini (51).

Sejak 2015 lalu ia telah berjualan dawet di beberapa mal dan pusat perbelanjaan di Yogyakarta.

Namun, dari dawet siap minum, kini Ester beralih cara untuk mengemas produk buatannya.

Ia mencoba membuat dawet instan.

"Biasanya orang beli dawet di pasar, cendolnya kiloan ditaruh di ember. Kelihatannya kok gimana gitu. Lalu saya mikir, sekarang gaya hidup anak-anak muda, kekinian, maunya cepat, enak, sehat, higienis. Maka saya bikin ini," ungkap Ester kepada Tribun Jogja ditemui Minggu (8/12/2019).

Melegenda Sejak Tahun 1965, Jenang Dawet Khas Gunungkidul Masih Diburu Masyarakat

Ester juga beralasan, membuat dawet instan tidak terlalu repot dibanding harus melayani pembeli menyajikan dawet secara langsung.

Selain itu ia ingin membuat dawet yang dijamin sehat dan higienis.

"Karena saya orangnya malas, jadi itu poin kunci buat saya. Ide dasarnya dari itu. Dijamin bersih karena masak sendiri. Karena saya tidak harus menunggui, tidak harus melayani tiap hari. Saya titipkan ke supermarket-supermarket," ungkap Ester yang mengusung nama Le Duwe untuk dawet instannya ini.

Mulanya, Ester menyasar anak muda untuk pasarnya.

Namun, setelah ia merambah sistem pemasaran online, kebanyakan pasarnya justru ibu-ibu muda hingga restoran.

Halaman
12
Penulis: Amalia Nurul F
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved