Bisnis

BI DIY Telah Siapkan Uang untuk Kebutuhan Nataru

Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY telah menyiapkan kebutuhan uang untuk libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

BI DIY Telah Siapkan Uang untuk Kebutuhan Nataru
Kompas
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY telah menyiapkan kebutuhan uang untuk libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kepala Kantor Perwakilan BI DIY Hilman mengatakan kebutuhan rutin ini telah disiapkan sejak awal tahun.

"Kalau uang jelas sudah disiapkan sejak awal tahun, sudah ada planning-nya. Momen Lebaran, momen libur sekolah, momen Natal dan tahun baru," ujarnya pada awak media belum lama ini.

"Ini kegiatan rutin yang saya kira tidak perlu secara spesifik melakukan persiapan meng-create kegiatan khusus karena ini sudah prediksi sejak zaman dulu seperti itu Yogyakarta," sambungnya.

Jasa Pesugihan Marak di Internet, Dari Nikahi Jin, Pasang Susuk Hingga Banjir Uang Tanpa Tumbal

Ia memastikan kebutuhan uang untuk masyarakat aman di momen libur akhir tahun ini.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan seluruh bank terkait hal tersebut.

"Insyaallah uang yang dibutuhkan masyarakat aman. Baik untuk orang Yogyakarta maupun pendatang. Untuk ATM juga sudah kita koordinasi dengan semua bank," ungkapnya.

Uang yang disiapkan untuk Nataru tahun ini jumlahnya diperkirakan di atas Rp1 triliun.

"Kita rata-rata nilainya kalau Lebaran Rp4 triliun sampai Rp5 triliun. Sekarang Natal dan tahun baru di bawah itu, tapi di atas Rp1 triliun," tuturnya.

Bank Indonesia Sempurnakan Kebijakan SKNBI untuk Mudahkan Transaksi Nominal Besar

Lain hal, Hilman mengatakan, di 2019 ini tak ada laporan kasus uang palsu (upal) yang ia terima.

"Uang palsu sepanjang 2019 ini di Yogyakarta saya rasa aman, tidak ada laporan ke saya," kata Hilman.

Menurutnya ada banyak faktor yang mendukung DIY bebas dari uang palsu.

Seperti kesadaran masyarakat yang bisa membedakan mana upal dan bukan.

Juga sosialisasi kepada masyarakat tentang upal masih terus dilakukan.

"Selain sosialisasi, penggunaan uang non tunai juga naik saat ini," ujarnya. "Masyarakat juga mulai melek mana uang palsu dan tidak," imbuhnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Amalia Nurul F
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved