KLASEMEN dan Perolehan Medali SEA Games 2019 Emas, Perak dan Perunggu Indonesia

Perolehan Medali SEA Games 2019 Emas 72 medali emas, 83 perak, dan 111 lainnya medali perunggu Dua medali emas terakhir didapat berasal dari cabang

Editor: Iwan Al Khasni
Facebook 2019 SEA Games
UPDATE AKHIR Perolehan Medali Emas SEA GAMES 2019 Indonesia, Malaysia, Filipina dan Vietnam 

KLASEMEN dan Perolehan Medali SEA Games 2019 Emas, Perak dan Perunggu Indonesia

TRIBUNjogja.com -- Menjelang berakhirnya ajang SEA Games 2019, kontingen Indonesia tampaknya harus puas berada di peringkat keempat pada klasemen.

Hingga Rabu (11/12/2019), Indonesia telah mengumpulkan medali sebanyak 266 keping.

Jumlah tersebut terdiri dari 72 medali emas, 83 perak, dan 111 lainnya medali perunggu.

Dua medali emas terakhir didapat berasal dari cabang olahraga (cabor) Jiujitsu kelas 120 kg putra dan voli indoor putra.

UPDATE AKHIR Perolehan Medali Emas SEA GAMES 2019 Indonesia
UPDATE AKHIR Perolehan Medali Emas SEA GAMES 2019 Indonesia (Facebook 2019 SEA Games)

Atlet Muhammad Noor menyumbang medali emas dari cabor Jiujitsu setelah mengalahkan wakil Thailand, Phanupong Kitpongpanit.

Sementara itu, pada cabor voli indoor putra, Indonesia kembali bertemu dengan Filipina di partai final.

Timnas voli Indonesia berhasil menang tiga set langsung dengan skor 25-21, 27-25, 25-17 di PhilSports Arena, Manila, Filipina.

Dengan 72 medali emas yang berhasil diraih, Indonesia sudah melampaui target yang dicanangkan oleh pemerintah.

Mengenal Pemain Terbaik SEA Games 2019 asal Indonesia, Doni Haryono

Pebola voli putra Indonesia Doni Haryono
Pebola voli putra Indonesia Doni Haryono (Bolasport)

LIGA INGGRIS: Ancelotti Dihubungkan dengan Everton dan Arsenal, Frank Lampard Angkat Bicara

Pebola voli putra Indonesia, Doni Haryono, terpilih sebagai pemain terbaik pada SEA Games 2019 yang berakhir dengan raihan medali emas bagi Indonesia.

Doni Haryono terpilih sebagai pemain terbaik berkat penampilannya yang menawan selama SEA Games 2019 yang digelar di Philsports Arena tersebut.

Meski masih berusia 20 tahun, Doni Haryono dipercaya pelatih, Li Qiujiang (China) dalam susunan inti tim voli putra Indonesia.

Pada laga final di Philsports Arena, Selasa (10/12/2019), Indonesia menang atas Filipina, dengan skor 3-0 (25-21, 27-25, 25-17).

Kepercayaan yang diberikan pelatih tidak disia-siakan Doni selama SEA Games 2019 dengan kerap menyumbang poin untuk Indonesia.

"Saya bangga bisa menjadi pemain terbaik. Saya bangga dengan teman-teman yang sudah mensuport saya. Walaupun saya junior, tetapi teman-teman percaya kepada saya," kata Doni ditemui BolaSport.com di Manila.

"Saat melawan tuan rumah pada set pertama, yang harus saya berikan saya harus senang dan tenang. Tidak boleh terbawa dengan suasana penonton yang sangat ramai sekali," ucap Doni.

Doni juga berusaha tenang saat bertanding.

Meski berhasil meraih medali emas setelah kali terakhir Indonesia mendapatkannya pada SEA Games Laos 2009, pemain kelahiran 21 Februari 1999 tersebut tidak mau menganggap mudah persaingan bola voli di Asia Tenggara.

"Kalau sekarang, dilihat dari semua negara mungkin kekuatan hampir sama sekarang. Mereka sudah bisa mengimbangi negara-negara lain," ucap Doni.

"Contohnya, Kamboja sudah mulai maju. Kalau Filipina, saya tidak menyangka sudah sudah bagus seperti ini. Pada 2017, mereka belum bagus dalam hal skill individu," ujar bungsu dari dua bersaudara ini.

Ditanya tentang arti medali emas baginya, putra pasangan Haryono dan Mutosingatun ini mengatakan bahwa ini adalah suatu hal yang tidak disangka.

"Tidak ada firasat soalnya saya lihat semua tim memiliki kemampuan merata," ujar Doni.

Gennaro Gattuso Kandidat Utama Jadi Pelatih Napoli, Carlo Ancelotti Latih Tim Liga Inggris?

"Saya dari kecil sudah main voli. Tetapi, saya mulai menekuni voli baru SMA kelas 1 dengan masuk PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar) Jawa Tengah pada 2014," kata Doni.

Doni saat itu mengenyam pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Teuku Umar, Semarang, Jawa Tengah.

Awalnya diajari dulu sama ayah. Bapak menekuni voli kampung. Di rumah kan ada bola terus suruh main bola. Dulu saya juga bermain sepak bola, voli juga. Pokoknya ada bola saya senang. Tetapi, sama orangtua diarahkan saya ke voli saja," tutur Doni.

"Setelah itu, saya mulai mengikuti berbagai kejuaraan yakni kejuaraan nasional (kejurnas), Popnas (Pekan Olahraga Pelajar Nasional) dan masuk timnas pada 2015."

Sebelum bergabung dengan timnas senior, Doni sudah pernah membela Indonesia pada level junior.

"Popnas merupakan event paling berkesan bagi saya karena dari situ saya bisa masuk tim nasional (timnas) hingga sekarang," ujar Doni.

HASIL LIGA Champions Tadi Malam dan Dini Hari, Klub Lolos Babak 16 Besar Liverpool, Chelsea, Napoli

Doni sudah dua kali menjadi bagian dari skuat Merah Putih pada ASEAN School Games 2015 dan 2016.

Ke depan, Doni berharap Indonesia tetap bisa mempertahankan medali emas pada SEA Games.

"Yang perlu ditingkatkan adalah pembinaan. PBVSI contohnya harus memiliki timnas junior. Nanti untuk ke senior kita tinggal memilih pemain terbaik. Tidak kayak sekarang, pemain junior dan senior dicampur jadi satu. Jadi, seharusnya ada timnas lapis kedua," ucap Doni. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved