Kata Pebola Voli Putra Indonesia Randu Wahyu Soal Selebrasi di SEA Games 2019

nama I Putu Randu Wahyu Pradana mendadak ramai diperbincangkan publik Filipina setelah aksi selebrasinya dianggap kerap memprovokasi.

Kata Pebola Voli Putra Indonesia Randu Wahyu Soal Selebrasi di SEA Games 2019
DELIA MUSTIKASARI/BOLASPORT
Tim voli putra Indonesia berpose di Philsports Arena, Metro Manila, Filipina, setelah mendapat medali emas pada Selasa, (10/12/2019). 

Kata Pebola Voli Putra Indonesia Randu Wahyu Soal Selebrasi

Tim voli putra Indonesia berpose di Philsports Arena, Metro Manila, Filipina, setelah mendapat medali emas pada Selasa, (10/12/2019).
Tim voli putra Indonesia berpose di Philsports Arena, Metro Manila, Filipina, setelah mendapat medali emas pada Selasa, (10/12/2019). (DELIA MUSTIKASARI/BOLASPORT)

Pebola voli putra Indonesia, I Putu Randu Wahyu Pradana, turut mengantar Merah Putih meraih medali emas pada SEA Games 2019.

Di balik keberhasilan tersebut nama I Putu Randu Wahyu Pradana mendadak ramai diperbincangkan publik Filipina setelah aksi selebrasinya dianggap kerap memprovokasi.

Saat tim voli putra Indonesia berjumpa dengan Filipina pada laga pamungkas Grup B, Jumat (6/12/2019), I Putu Randu Wahyu Pradana yang berperan sebagai quicker tampil ekspresif.

Laga tersebut berakhir dengan kemenangan Indonesia atas Filipina, dengan skor 3-0 (25-23, 32-30, 25-20).

"Selebrasi itu cuma spontan saja. Itu kekuatan dari diri sendiri. Saat kompetisi di Indonesia saya lakukan juga. Lawan tuan rumah dimana-mana pasti mental, tetapi kami menang dari sisi mental," kata Randu kepada media, termasuk BolaSport.com.

Bagi pria kelahiran Bali tersebut, ini merupakan SEA Games keempat baginya.

Sebelumnya, dia tampil pada SEA Games 2011 di Palembang, SEA Games Myanmar 2013 dan SEA Games Singapura 2015.

"Hari ini kami sudah maksimal setelah menanti selama 10 tahun untuk puasa medali emas. Alhamdulilah, tahun ini kami bisa mendapatkan medali emas dan Filipina adalah tim tangguh," ucap Randu.

"Tetapi, kami menang dari segi materi dan kenapa mereka favorit sama saya karena sewaktu pertama lawan Filipina, mungkin karena selebrasi saya yag barbar kata orang-orang. Tetapi, itu cuma di sport. Untuk semuanya, I like Philippine but saya suka Indonesia juga."

Halaman
1234
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved