Wacana Penerapan Hukuman Mati untuk Koruptor, Ini Tanggapan Menko Polhukam Mahfud MD

Mahfud MD mengungkapkan setuju dengan wacana hukuman mati untuk koruptor, karena koruptor sudah merusak nadi bangsa Indonesia.

Wacana Penerapan Hukuman Mati untuk Koruptor, Ini Tanggapan Menko Polhukam Mahfud MD
Tribun Jogja/ Agung Ismiyanto
Menko Polhukam, Mahfud MD 

Menko Polhukam Mahfud MD beri tanggapan terkait wacana penerapan hukuman mati bagi koruptor

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mendatangi Kantor Yayasan Badan Wakaf UII pada Senin (28/10/2019) untuk meminta izin jarang mengajar di UII.
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mendatangi Kantor Yayasan Badan Wakaf UII pada Senin (28/10/2019). (Tribun Jogja/ Noristera Pawestri)

TRIBUNJOGJA.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan bahwa dirinya sepakat mengenai hukuman mati terhadap para koruptor.

Hal itu disampaikan oleh Mahfud MD di kantor Kemenko Polhukam sebelum menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Selasa (10/12/19).

Ia mengungkapkan setuju dengan wacana tersebut, karena koruptor sudah merusak nadi bangsa Indonesia.

"Saya sejak dulu sudah setuju, karena itu merusak aliran darah sebuah bangsa yang dirusak oleh koruptor itu," ujar Mahfud MD dikutip dari YouTube Kompas TV.

Mahfud MD mengatakan tidak perlu lagi membuat instrumen baru yang mengatur soal hukuman mati bagi koruptor bila memang akan serius mulai diterapkan.

Pasalnya, Mahfud MD juga menyebut hukuman mati untuk koruptor sudah diatur dalam Undang Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

"Sebetulnya kan sudah ada hukuman mati," ungkap Mahfud MD.

Penjelasan Menko Polhukam Mahfud MD Terkait Polemik Perpanjangan Izin FPI

Aspal Landasan Bandara Adisutjipto Mengelupas, Mahfud MD Terlambat Isi Kuliah Umum di Trisakti

Mahfud MD pun telah menyetujui gagasan hukuman mati bagi koruptor sejak lama, khususnya korupsi besar yang terbukti dilakukan karena keserakahan.

Halaman
1234
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved