Kota Yogyakarta

Satu Talut di Kota Yogya Belum Rampung Dikerjakan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk bersiap dan waspada memasuki musim penghujan di akhir tahun ini.

Satu Talut di Kota Yogya Belum Rampung Dikerjakan
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk bersiap dan waspada memasuki musim penghujan di akhir tahun ini.

Terlebih bagi masyarakat yang bermukim dekat dengan pohon besar dan bibir sungai, upaya mitigasi dan antisipasi terhadap potensi bencana perlu dilakukan.

"Pohon yang terlalu rindang juga bisa dilakukan pemangkasan dan koordinasi dengan dinas terkait," kata Kepala BPBD Kota Yogyakarta, Hari Wahyudi, Senin (9/12/2019).

Hujan Disertai Angin Kencang Rusak Rumah Hingga Mobil Warga di Ngaglik

Hari mengatakan, masyarakat juga diminta untuk mengamati tanda-tanda di lingkungan sekitar.

Jika melihat perubahan yang cukup kentara pada area sungai dan wilayah yang rawan longsor untuk segera melakukan tindakan antisipasipatif dan berkoordinasi dengan pihaknya.

"Wilayah di sepanjang sungai itu cukup besar juga ya potensinya, apalagi kondisinya kita tidak tahu yang sisi belakang talud itu tanahnya ada atau tidak," urai dia.

Dia menjelaskan, saat ini masih terdapat satu talut yang sedang dalam pengerjaan dan memasuki tahap penyelesaian.

Memasuki musim penghujan ini, dipastikan bangunan itu cukup kuat untuk mengantisipasi potensi bencana.

"Itu talud yang di Juminahan. Pengerjaan sudah hampir rampung. Dari sisi personel kita juga siap," jelas dia.

Proyek Talut RSUD Sleman Dihentikan Sementara Waktu Pascaambrol dan Menimpa Pekerja

Diperkirakan, kesiapsiagaan jawatan itu akan potensi dan mitigasi bencana akan berlangsung hingga Februari mendatang.

Sejumlah kampung tangguh bencana (KTB) di wilayah Kota Yogya yang berjumlah 115 juga ikut disertakan.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogya, Suyana mengatakan, pihaknya juga ikut memantau dan melakukan antisipasi terhadap sejumlah pohon yang berpotensi menimbulkan gangguan pada musim penghujan.

Dia mengklaim, upaya pemangkasan dan perawatan pada ranting pohon tidak hanya dilakukan saat masuk musim penghujan saja, melainkan setiap saat.

"Upaya pemeliharaan itu kan terus menerus tidak hanya pada musim hujan saja. Kita juga melihat pohon yang cukup membahayakan dan segera dipangkas," ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved