Bantul

Minim Pendaftar, Kuota Difabel CPNS Pemkab Bantul Belum Terpenuhi

Pelamar difabel untuk seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul belum memenuhi kuota.

Minim Pendaftar, Kuota Difabel CPNS Pemkab Bantul Belum Terpenuhi
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM - Pelamar difabel untuk seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul belum memenuhi kuota.

Padahal, ada 12 kuota yang diperuntukkan khusus kalangan tersebut, dalam penerimaan tahun ini.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bantul, Danu Suswaryata mengatakan, kuota untuk pelamar difabel adalah dua persen, dari total formasi yang dibutuhkan.

Pada seleksi ini, Pemkab Bantul membutuhkan sedikitnya 601 formasi.

Pilkada Bantul 2020, PKB Tunggu Hasil Kerja Tim 9

Tapi, hingga penutupan pendaftaran dan penyerahan berkas pada 29 November silam, hanya terdapat tujuh pelamar dari kalangan difabel yang mendaftar.

Yakni, dua formasi umum, empat formasi khusus disabilitas dan satu formasi khusus berbasis cumlaude.

"Tiga pelamar adalah disabilitas fisik, kemudian empat lainnya merupakan penyandang disabilitas khusus ya, seperti tuna rungu maupun tuna netra," katanya, Jumat, (6/12/2019).

Danu menjelaskan, minimnya pendaftar difabel pada seleksi CPNS di lingkungan Pemkab Bantul ini, sedikit banyak disebabkan oleh tingginya persyaratan, atau kualifikasi yang harus dipenuhi.

Ya, terutama untuk tingkat pendidikan minimal bagi para pendaftar.

Tenaga Teknis Satpol PP di Bantul Kosong, Kuota Disabilitas Belum Terpenuhi

"Jadi, untuk seleksi CPNS kali ini memang pendidikan terendahnya adalah D3 ya. Lalu, untuk formasi difabel tidak terpenuhi, kami berharap agar nantinya bisa diisi pelamar umum," cetusnya.

Halaman
12
Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved