Kulon Progo

Kejari Sita uang Rp227 Juta dari Rekening Kas Desa Banguncipto

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kulon Progo pada Jumat (6/12/2019) menyita uang senilai Rp227.006.789 dari rekening kas desa tersebut.

Kejari Sita uang Rp227 Juta dari Rekening Kas Desa Banguncipto
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Tim penyidik Kejari Wates menyetorkan uang sitaan dari rekening kas des Banguncipto, Sentolo senilai sekitar Rp227 juta ke rekening penampungan di Bank BRI Cabang Wates, Jumat (6/12/2019). Uang tersebut terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dari dua oknum perangkat desa itu. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pengusutan kasus dugaan tindak korupsi yang melibatkan dua oknum perangkat Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo, terus berjalan.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kulon Progo pada Jumat (6/12/2019) menyita uang senilai Rp227.006.789 dari rekening kas desa tersebut.

Pihak Kejari beserta perangkat desa sebelumnya mencairkan uang tersebut dari rekening kas desa di BPR Bank Pasar Kulon Progo.

Selanjutnya, uang itu dimasukkan ke dalam rekening penampung titipan perkara tindak pidana korupsi di Bank BRI Cabang Wates.

Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dana Desa, Kejari Kulon Progo Geledah Kantor Desa Banguncipto

"Uang itu kami duga terkait tindak pidana korupsi sehingga kami lakukan penyitaan," ujar Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kulon Progo, Noviana Permanasari seusai penyetoran.

Kasus dugaan tindak pidana korupsi ini menyeret nama Kepala Desa Banguncipto, HS (55) dan Bendahara Desa, SMD (61) dan telah ditetapkan sebagai tersangka serta dilakukan penahanan.

Mereka diduga telah menggelapkan dana Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) senilai Rp1,15 miliar dari berbagai sumber dana yang masuk ke kas desa.

Keduanya diduga telah melakukan tindakan pemotongan dana desa yang digunakan untuk berbagai program fisik maupun non fisik di Banguncipto selama masa tahun anggaran 2014 hingga 2018.

Dua Oknum Perangkat Desa di Kulon Progo Kemplang Dana Desa Rp1,15 Miliar

Menurut Novi, uang yang disita merupakan akumulasi dana yang sempat dikembalikan pelaku ke rekening kas desa dan penyidik menemukan datanya dalam pembukuan kas.

Pihaknya masih melakukan pengembangan penyelidikan untuk melacak jejak sisa dana lain yang diselewengkan karena pelaku mengaku sebagian dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi dan ada juga yang dipinjamkan ke orang lain.

"Mungkin ada yang dipakai pelaku untuk hal tertentu. Sesuai pengakuannya, ada (dana) yang dipinjam atapupun untuk keperluan pribadi. Terkait kemungkinan ada praktik money laundry (pencucian uang), kami belum mengarah ke situ. Saat ini baru soal tindak pidana korupsinya saja," kata Novi.

Tutorial Super Mudah Menghilangkan Kantong Mata

Adapun pada Rabu (4/12/2019) lalu, tim penyidik Kejari Kulon Progo telah menggeledah kantor Pemerintah Desa Banguncipto dan melakukan penyitaan sejumlah dokumen yang diduga terkait dengan kasus tersebut.

Di antaranya aneka laporan pertanggungjawaban (LPJ), dokumen APBDes 2014-2018, hingga berbagai nota dan kuitansi.

Kejari KLulon Progo masih akan menginventarisir dokumen-dokumen tersebut dan akan meminta persetujuan sita ke Pengadilan Negeri Wates atas barang yang disita itu.

"Kami temukan beberapa modus pemotongan dana dalam sejumlah proyek fisik di Banguncipto. Seperti pembangunan gorong-gorong. Upah tukang dimanipulasi, seharusnya (pengerjaan) cuma dua minggu namun dalam SPJ ditulis 3 minggu. Modusnya memang begitu-begitu," kata Novi. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved