Yogyakarta

Awal Desember, BMKG Sebut Yogyakarta Masih Alami Musim Pancaroba

Hingga memasuki awal Desember, wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta belum memasuki musim hujan.

Awal Desember, BMKG Sebut Yogyakarta Masih Alami Musim Pancaroba
via tribun lampung
logo BMKG 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hingga memasuki awal Desember, wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta belum memasuki musim hujan.

Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Sigit Hadi Prakosa mengatakan saat ini wilayah DIY masih bertiup angin Monsoon Australia atau angin Timuran.

Sehingga relatif kering daripada tiupan angin Monsoon Asia.

Kondisi ini tentunya menyulitkan pembentukan awan penghujan di Yogyakarta, dan awan terbentuk hanya mengandalkan penguapan lokal saja.

BMKG Minta Petani Tunggu Kepastian Musim Hujan Sebelum Tanam Padi

Saat ini terjadi badai di Filipina, hal itu menyebabkan angin bertiup ke arah pusat badai tersebut.

Itu pula yang menyebabkan Moonson Asia menguat kembali.

Jika badai punah, maka kemungkinan angin akan kembali konsisten dan mengarah ke selatan.

"Satu punah nanti muncul lagi, ya sejak November. Indonesia ini terkena dampaknya. Dampak badai adalah hujan lebat disertai angin kencang, dan gelombang tinggi. Kalau Indonesia kan jauh, justru malah cerah. Yang dekat badai seperti Sulawesi, Kalimantan kemungkinan hujan," katanya, Kamis (5/12/2019).

"Secara umum DIY belum memasuki musim hujan. Prediksi dengan asumsi badai yang saat ini di Filipina akan punah beberapa Minggu ke depan. Sehingga diharapkan angin akan berbalik ke arah selatan," sambungnya.

Waspadai Penyakit di Musim Hujan Berikut

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved