Yogyakarta

123 Bidang Tanah di Bokoharjo Prambanan Dipastikan Terdampak Jalur Tol Yogyakarta-Solo

Dua dusun di Bokoharjo, yakni Jobowan dan Pelemsari terdampak proyek tol tersebut.

123 Bidang Tanah di Bokoharjo Prambanan Dipastikan Terdampak Jalur Tol Yogyakarta-Solo
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Ilustrasi jalur Tol Yogyakarta-Solo yang melewati Desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Warga Desa Bokoharjo, Prambanan mendapat sosialisasi terkait pengadaan tanah untuk jalan Tol Yogyakarta - Solo pada Rabu (04/12/2019) ini.

Sosialisasi dilakukan oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY.

Wijayanto selaku PPK Pengadaan Tanah Tol Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Bawen mengatakan sebanyak 123 bidang tanah di Bokoharjo dipastikan terdampak.

"Total luasnya sekitar 80 ribu meter persegi untuk jalan Tol Yogyakarta-Solo," kata Wijayanto usai sosialisasi di Balai Desa Bokoharjo, Rabu (04/12/2019) siang.

Dispertaru DIY Gelar Sosialisasi Perdana Soal Tol Yogya-Solo di Desa Bokoharjo, Prambanan

Kepala Dispertaru DIY, Krido Suprayitno secara lebih rinci mengatakan ada dua dusun di Bokoharjo yang terdampak proyek tol tersebut.

Dua dusun itu adalah Jobowan dan Pelemsari.

Bokoharjo sendiri nantinya akan menjadi salah satu pintu keluar (exit) tol.

"80 pemilik tanah terdampak ada di Pelemsari, dan Jobowan ada 85 pemilik. Sementara rumah utuh yang terkena total ada 93 unit," ungkap Krido.

Sisanya, menurut Krido sebagian besar merupakan lahan pertanian, pekarangan, serta tanah kas desa sebanyak 6 bidang.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Ia juga memastikan tidak ada bangunan publik seperti tempat ibadah yang terdampak jalur tol.

Berdasarkan hasil sosialisasi hari ini, Krido mengklaim sebagian besar warga setuju.

Bahkan banyak di antara mereka yang sudah menanyakan masalah harga tanah.

Meskipun demikian, tahap ganti untung tanah milik warga tersebut diperkirakan baru bisa dilakukan pada Juni 2020, setelah pengukuran dilakukan.

"Nantinya masalah ganti untung tanah warga juga akan dilakukan bersamaan dengan ganti untung tanah kas desa yang terdampak," jelas Krido. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved