Gunungkidul

Warga Playen Ciptakan Atabela, Alat untuk Mempermudah Petani Tanam Benih

Prihatin karena kurangnya regenerasi dan berkurangnya luas tanah pertanian di Gunungkidul membuat Jayadi, warga Desa Ngunut, Kecamatan Playen membuat

Warga Playen Ciptakan Atabela, Alat untuk Mempermudah Petani Tanam Benih
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto
Jayadi bersama karyawannya saat mempraktikkan atabela di lahan samping rumahnya, Selasa (3/12/2019) 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Prihatin karena kurangnya regenerasi dan berkurangnya luas tanah pertanian di Gunungkidul membuat Jayadi, warga Desa Ngunut, Kecamatan Playen membuat inovasi untuk mempercepat dan meringankan kerja petani.

Ia membuat alat yang diberi nama Atabela.

Atabela sendiri adalah singkatan dari alat tanam benih langsung.

Atabela berukuran tidak terlalu besar, di tengah atabela ada semacam tabung yang diisi dengan benih padi, disamping kanan kiri terdapat roda kecil yang mirip dengan roda traktor.

Sementara di bawahnya ada semacam besi yang fungsinya untuk mencangkul tanah, dan dibelakang alat ada besi yang fungsinya untuk menutup tanah yang telah dicangkul oleh bagian depan.

Ketersediaan Air untuk Pertanian Masih Menjadi Masalah Petani di Gunungkidul

Atabela tidal menggunakan mesin, hal tersebut karena untuk menekan ongkos produksi dari atabela.

Dengan menggunakan atabela petani yang biasanya menggarap sawah seluas satu hektare membutuhkan 4 orang, dengan atabela bisa hanya dengan dua orang saja.

Ditambah lagi dengan menggunakan atabela petani yang membutuhkan waktu berhari-hari untuk menanam benih di satu hektare kini bisa dipersingkat hanya membutuhkan 20 jam menggunakan atabela ini.

Cara kerjanya sangat simpel, hanya membutuhkan dua orang operator.

Halaman
123
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved