Profesor Lebah Asal Gunungkidul Yogyakarta, Kelola 3.000 Rumah Lebah di Hutan Wanagama

Asrinya hutan Wanagama di Desa Banaran, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, menyimpan potensi madu

Profesor Lebah Asal Gunungkidul Yogyakarta, Kelola 3.000 Rumah Lebah di Hutan Wanagama
Kompas.com Markus Yuwono
Purwanto (65) warga Dusun Banaran I, Desa Banaran 

Profesor Lebah Asal Gunungkidul Yogyakarta, Kelola 3.000 Rumah Lebah di Hutan Wanagama

Purwanto (65) warga Dusun Banaran I, Desa Banaran
Purwanto (65) warga Dusun Banaran I, Desa Banaran (Kompas.com Markus Yuwono)

TRIBUNJOGJA.COM -- Asrinya hutan Wanagama di Desa Banaran, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, menyimpan potensi madu yang cukup besar.

Penggagas budidaya madu adalah Purwanto (65) warga Dusun Banaran I, Desa Banaran ini sudah puluhan tahun menggeluti madu dan dijuluki 'Profesor' lebah.

Purwanto menceritakan, sebagai petani kecil, bersama warga lainnya bertani tadah hujan khas warga Gunungkidul, seperti palawija saat musim kemarau, dan padi saat musim penghujan.

Tahun 1980-an dirinya memelihara lebah madu untuk menambah penghasilan keluarga.

Pada medio 1983, Purwanto melihat lebah mengelilingi pohon akasia jenis mangium dan eukaliptus. Dia pun penasaran melihat banyaknya lebah yang berada di sekitar pohon setinggi 10-15 meter itu.

Beberapa waktu kemudian, dirinya melihat daun akasia yang masih basah terkena embun, dan menjilatnya, ternyata disana muncul rasa manis.

"Lain hari mengecek. Sebenarnya makan apa tho lebah ini," kata Purwanto kepada wartawan Senin (2/12/2019).

Setelah dipelajari, ternyata lebah mengambil sari makanan dari nektar atau cairan manis yang muncul dari bunga atau daun.

"Saya lalu mengecek, keluarnya nektar ini dari mana. Daun muda diambil,dari ujung daun dan kelopaknya," ujarnya.

Halaman
123
Editor: iwe
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved