Bantul

Antisipasi Kecelakaan Pelajar, Polda DIY Gelar Parenting Day di SMA N 1 Bantul

Parenting Day digelar Polda DIY secara bergantian di sejumlah sekolah di wilayah hukumnya, dengan tujuan menekan angka pelanggaran lalu lintas.

Antisipasi Kecelakaan Pelajar, Polda DIY Gelar Parenting Day di SMA N 1 Bantul
istimewa
Suasana Parenting Day, di SMA N 1 Bantul, Selasa (3/12/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Polda DIY mengingatkan betapa pentingnya peran orang tua dalam keselamatan anak saat berkendara.

Hal itu disampaikan Wakil Direktur Lalu Lintas Polda DIY, AKBP Yugonarko, pada event Parenting Day, di SMA N 1 Bantul, Selasa (3/12/2019).

Menurut Yugonarko, selama ini masih terdapat ruang kosong di lingkup keluarga, yang kadang lalai dan abai pada keselamatan anak di jalanan.

Karena itu, pihak kepolisian pun berusaha mengisi dan menekankan pentingnya peranan orang tua siswa di sana.

Kapolda DIY Intruksikan Dirreskrimum yang Baru untuk Tumpas Kejahatan Jalanan

"Itu yang perlu kita isi, dengan memberikan edukasi di lingkup keluarga. Jadi, edukasi tak hanya kita kasih ke anak, tapi juga orang tua. Apalagi, biasanya nasihat yang disampaikan oleh orang tua itu akan lebih dipatuhi oleh anak, atau siswa ya," katanya.

Benar saja, ratusan orang tua pun tampak antusias menyimak materi yang diberikan korps Bhayangkara dalam agenda itu.

Satu di antara yang ditekankan adalah pemahaman supaya orang tua tidak mengizinkan anaknya berkendara, andai belum cukup umur.

"Makanya, orang tua, atau wali murid, harus kita sentuh dengan edukasj, atau wawasan mengenai tertib lalu lintas, dengan kita sisipi materi psikologi juga tentunya," cetus Yugonarko.

2 ABG Meninggal Kecelakaan di Ring Road Selatan

Parenting Day digelar Polda DIY secara bergantian di sejumlah sekolah di wilayah hukumnya, dengan tujuan menekan angka pelanggaran lalu lintas.

Apalagi, pada triwulan II tahun ini, angka kecelakaan mencapai 64.703, lalu meningkat menjadi 112.076 di triwulan III.

Bahkan, hingga awal Desember ini, jumlah angka kecelakaan lalu lintas di DIY mencapai 2080 kejadian, dengan melibatkan korban pelajar mencapai 688 orang dan mahasiswa 235 orang.

Benarkah Polusi Udara Merusak Mata?

"Ya, tingkat kecelakaan pelajar di DIY lumayan tinggi. Maka dari itu, kita buat materi yang harus diberikan orang tua pada anak," ungkapnya.

Yugonarko pun sangat menyayangkan hal tersebut.

Bagaimana tidak, para pelajar yang sejatinya menjadi calon penerus bangsa, masa depannya menjadi terancam hanya karena dibiarkan mengendarai kendaraan bermotor pada usia yang sejatinya belum mencukupi.

"Beberapa kasus anak yang terlibat kecelakaan itu kan sampai berakibat pada cacat permanen. Mereka yang harusnya jadi kebanggaan keluarga pun sirna karena insiden yang tidak perlu terjadi. Ini harus mendapat kepedulian dari orang tua," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved