Sleman

Tersebar di 25 Desa, Program Pamsimas 2019 Sleman Habiskan Dana Rp 9,4 Miliar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dan Pemerintah DIY resmikan proyek Pamsimas 2019 pada Senin (02/12/2019) pagi.

Tersebar di 25 Desa, Program Pamsimas 2019 Sleman Habiskan Dana Rp 9,4 Miliar
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Bupati Sleman Sri Purnomo saat meninjau air bersih yang mengalir dari bak penampungan hasil Pamsimas 2019 di Dusun Klangkapan II, Margoluwih, Seyegan 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dan Pemerintah DIY resmikan proyek Pamsimas 2019 pada Senin (02/12/2019) pagi.

Salah satu proyeknya adalah bak penampungan air bersih di Dusun Klangkapan II, Margoluwih, Seyegan.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan proyek Pamsimas di tahun ketiga ini menghabiskan dana sekitar Rp 9,4 miliar dari berbagai sumber.

Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Hasil Pamsimas 2019 Diresmikan di Margoluwih

"Sumbernya antara lain APBN sebesar Rp 4,9 miliar, APBD Sleman Rp 1,75 miliar, dan APBDes Rp 950 juta," kata Sri Purnomo usai peresmian.

Program Pamsimas 2019 juga mengandalkan dana Incash sebesar Rp 380 juta dan dan In-Kind Rp 1,4 juta. Keduanya bersumber dari kelompok masyarakat.

Pada pelaksanaan tahun ketiga ini, program Pamsimas merambah 25 desa di 11 kecamatan di Sleman.

Menurut Sri Purnomo, jumlah ini meningkat tajam dibandingkan pelaksanaan perdana pada 2017 silam.

"Pamsimas 2017 baru 5 desa di Prambanan, di 2018 menjadi 10 desa. Tahun ini peningkatannya mencapai 150 persen," ujarnya.

Pamsimas Tak Optimal, Warga Sidomulyo Krisis Air Bersih

Tokoh Masyarakat Desa Margoluwih, Sunaryo mengatakan Program Pamsimas baru pertama kali menyentuh wilayahnya.

Sebelumnya warga membangun penampungan air secara swadaya.

Sunaryo pun berharap keberadaan penampung air bersih tersebut tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sekitar 350 KK di Dusun Klangkapan II, tetapi juga warga dusun lainnya.

"Proyek pembangunan penampungan air di Klangkapan II ini menghabiskan waktu selama 2 bulan, dengan dana bantuan mencapai Rp 350 juta," kata mantan Kades Margoluwih ini.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved