Liga 3 2019

Misi Sulit Sleman United di Kandang Persekap Kota Pasuruan

Sleman United akan melakoni laga leg kedua babak II putaran regional Jawa Liga 3 2019 kontra tuan rumah Persekap Kota Pasuruan

Misi Sulit Sleman United di Kandang Persekap Kota Pasuruan
Tribun Jogja/ Hanif Suryo
Kapten tim Sleman United, Aswandaru Bagas (kanan) saat mengawal pergerakan pemain Persekap pada leg pertama babak II putaran regional Jawa Liga 3 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (28/11/2019) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sleman United akan melakoni laga leg kedua babak II putaran regional Jawa Liga 3 2019 kontra tuan rumah Persekap Kota Pasuruan di Stadion Untung Suropati, Pasuruan, Senin (2/12/2019).

Misi sulit dihadapi Aswandaru Bagas dan kolega yang mengincar satu tiket ke babak 32 besar Liga 3 2019.

Sebab, meski menang 2-1 di leg pertama di Stadion Maguwoharjo, Kamis (28/11/2019) lalu, namun Persekap Pasuruan cukup butuh menang 1-0 saja di leg kedua nanti untuk meraih tiket lolos ke putaran nasional.

Pelatih Sleman United, Bena Seta tak memungkiri hasil leg pertama memang cukup merugikan bagi timnya.

Padahal, menurutnya anak asuhnya bisa menang dengan skor yang lebih besar dari itu.

"Kalau mau ngomong, di Pasuruan kan penontonnya banyak. Tapi itu malah menjadi senjata saya, sebab anak-anak justru bertanding lebih semangat," ujar Bena Seta.

Menghadapi leg kedua, Bena Seta tak memungkiri jeda waktu memang sangtlah singkat.

Praktis, tak banyak evaluasi yang bisa ia berikan meski di sisi lain ia mencatat banyak sekali pekerjaan rumah dari permainan yang ditunjukkan anak asuhnya di leg pertama.

Sebab pada leg pertama lalu, Bena mengaku tak puas dengan permainan timnya.

Tim Sepak Bola Putri Pra PON DIY Agendakan Dua Kali Uji Tanding, Ini Calon Lawannya

Bahkan ia menyebut instruksi yang ia berikan pada pemain sama sekali tak diterapkan di lapangan.

Padahal dominasi permainan sudah ditunjukkan penggawa Sleman United pada babak pertama leg pertama.

Unggul dua gol di babak pertama, namun permainan di babak kedua mengendur bahkan cenderung mengikuti alur permainan lawan.

Alhasil, meski mendominasi penguasaan bola, serangan Sleman United justru tumpul.

Situasi ini mampu dimanfaatkan Persekap yang akhirnya mampu mencuri 1 gol tandang di babak kedua.

"Jarak waktu hanya dua hari efektif, kita hanya maintenance psikologi saja. Kita realistislah, di Pasuruan kita bermain kebalikan. Kita gunakan cara mereka ketika di Sleman yang bermain bertahan dan lebih menunggu. Tapi sepak bola kan situasional, harapannya kita bisa mendapat hasil maksimal untuk memastikan satu tempat di babak 32 besar," tandasnya.(Tribunjogja/Hanif Suryo)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved