Bisnis

BP Jamsostek Yogyakarta Minta Kontraktor Tertib Bayar Iur

Iur yang harus dibayarkan kontraktor pun, memiliki nilai yang kecil bila dibandingkan dengan jaminan yang dicover oleh BP Jamsostek.

BP Jamsostek Yogyakarta Minta Kontraktor Tertib Bayar Iur
internet
logo BPJS Ketenagakerjaan 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - BP Jamsostek (BPJS Ketenagakerjaan) terus mengimbau jasa konstruksi untuk mendaftarkan seluruh pekerjanya sebelum proyek dimulai. Kepala Kantor BP Jamsostek Yogyakarta Ainul Kholid menjelaskan bahwa kepesertaan BP Jamsostek meliputi penerima upah atau perusahaan pemberi kerja, sektor bukan penerima upah atau mandiri, pekerja migran indonesia, dan sektor jasa konstruksi.

"Sektor jasa konstruksi perlu terus memperoleh informasi dari kita karena jangan sampai belum didaftarkan ketika proyek dilaksanakan. Sering terjadi demikian," bebernya, belum lama ini.

Tak hanya telat mendaftar, ia menambahkan bahwa kontraktor bahkan baru membayar iur BP Jamsostek Yogyakarta ketika proyek akan selesai.

Mau Cairkan Dana Jamsostek, Syaratnya Apa?

Ainul mengatakan salah satu kejadiannya berada di Sleman belum lama ini.

"Pernah kita datang ke TKP saat terjadi kecelakaan. LCT atau Layanan Cepat Tanggap datang, ternyata proyek tersebut belum didaftarkan. Kontraktor baru melakukan pendaftaran beberapa jam setelah kecelakaan," ucapnya.

Kejadian naas tersebut menyebabkan pekerja jasa konstruksi mengalami luka-luka namun bisa langsung ditangani dan tidak sampai menyebabkan pekerja yang bersangkutan meninggal dunia.

"Kami informasikan bahwa pekerja tidak dibebani iuran sama sekali. Selain itu, pertanggungjawaban ke kami tanpa nama, sehingga kontraktor cukup mendaftar dengan mengisikan, misal membabgun sekian bulan, pemeliharaan sekian, estimasi pekerja sekian. Pekerja tanpa nama. Misal ada yg keluar dan masuk tidak usah melapor ke kami. Kami mempercayakan sepenuhnya kepada kontraktor," terangnya.

Peserta Jamsostek Bingung Mencairkan Dananya

Iur yang harus dibayarkan kontraktor pun, memiliki nilai yang kecil bila dibandingkan dengan jaminan yang dicover oleh BP Jamsostek.

Ainul menyebut nilai kontrak sampai dengan Rp 100 juta memiliki nilai iur 0,2 persen, selanjutnya Rp 100-250 juta nilai iur adakah 0,19 persen, begitu seterusnya hingga Rp 1 miliar ke atas nilai iur yang dibayarkan semakin rendah.

"Untuk jasa konstruksi ini, yang kami tanggung adalah jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian," ujarnya.

Hingga kini, jumlah peserta BPJAMSOSTEK di wilayah DIY untuk penerima upah sebanyak 260.613 orang, peserta bukan penerima upah 27.665 orang, peserta PMI (pekerja migran Indonesia) sebanyak 1.886 orang dan pekerja konstruksi 82.480.

Total jumlah peserta sebanyak 372.644 orang.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved