SEA Games 2019

VIRAL Kabar Atlet Senam SEA Games 2019 Dipulangkan Karena Diduga Tidak Perawan, Ini Respon Kemenpora

Kemenpora mengaku prihatin dengan kabar pemulangan atlet asal Kediri, Jawa Timur, tersebut.

VIRAL Kabar Atlet Senam SEA Games 2019 Dipulangkan Karena Diduga Tidak Perawan, Ini Respon Kemenpora
LARIZA OKY ADISTY/BOLASPORT.COM
Para kontingen Indonesia yang akan berangkat ke SEA Games 2019 di Filipina berbaris jelang pelepasan oleh Menpora RI di Jakarta, Rabu (27/11/2019) 

VIRAL Kabar Atlet Senam SEA Games 2019 Dipulangkan Karena Dituding Tidak Perawan, Ini Respon Menpora

Logo SEA Games 2019 Filipina
Logo SEA Games 2019 Filipina (dok.istimewa)

TRIBUNJOGJA.COM - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membuat pernyataan terkait kabar pemulangan salah satu atlet SEA Games 2019 karena diduga tidak perawan.

Sebelumnya, tersiar kabar soal pemulangan atlet senam Indonesia (SA). SA, yang sedang menjalani pemusatan latihan senam di Gresik, Jawa Timur, untuk persiapan SEA Games 2019, tiba-tiba dipulangkan oleh Persatuan Senam Indonesia (Persani).

Kemenpora mengaku prihatin dengan kabar pemulangan atlet asal Kediri, Jawa Timur, tersebut.

Pihak Kemenpora pun mengaku langsung menghubungi Persani.

SEA Games 2019 - Tim Polo Air Putra Indonesia Berpeluang Sumbang Medali Emas Pertama

Dalam rilisnya, Kemenpora membantah bahwa SA dipulangkan karena tidak perawan.

"Yang benar terkait dengan masalah kondisi prestasinya, jadi tidak ada hubungannya dengan masalah cek keperawanan," kata Sesmenpora Gatot S Dewabroto, dalam pernyataan yang diterima Kompas.com.

Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) 95 tahun 2017, hak promosi dan degradasi atlet memang ada di cabor, dalam hal ini Persani, bukan di Kemenpora maupun KONI.

Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto, bersama Fuad, korban pengeroyokan suporter Malaysia.
Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto, bersama Fuad, korban pengeroyokan suporter Malaysia. ((DOK. KEMENPORA))

"Tidak betul ada pemulangan paksa oleh pelatih Persani, yang benar bahwa atlet tersebut melakukan tindakan indisipliner dan kurang fokus dan berdampak prestasi menurun," lanjut Gatot.

"Sehingga diputuskan pelatihnya tidak disertakan di SEA Games dan digantikan oleh atlet lain yang peringkatnya jauh lebih tinggi," lanjut pernyataan tersebut.

Halaman
12
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved