Breaking News:

Yogyakarta

Dukung Ketahanan Energi, Indonesia Dituntut Mampu Gunakan Energi Baru dan Terbarukan

Untuk mengejar target visi Indonesia Emas 2045, Indonesia diharapkan sudah menjadi negara industri yang berbasis pada nilai tambah.

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
seminar "Penguatan Ketahanan Energi untuk Mendukung Ketahanan Nasional" yang digelar oleh Purnomo Yusgiantoro Center dan UPN Veteran Yogyakarta di Gedung Fakultas Teknologi Mineral UPN Veteran Yogyakarta pada Kamis (28/11/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Untuk mengejar target visi Indonesia Emas 2045, Indonesia diharapkan sudah menjadi negara industri yang berbasis pada nilai tambah, di mana untuk mengejar hal tersebut diperlukan sumber daya yang tidak kecil.

Indonesia juga diharapkan dapat mengurangi penggunaan energi fosil yang tidak dapat diperbaharui.

Oleh sebab itu, Indonesia dituntut untuk mampu menghadirkan dan menggunakan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Kecenderungan penggunaan energi ke depannya adalah pemberian ruang yang lebih besar kepada pemerintah daerah untuk menyusun Rencana Umum Energi Daerah (RUED) yang merupakan penjabaran dari Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 30 Tahun 2007 tentang Energi.

BATAN Kenalkan Aplikasi Teknologi Nuklir

Hal itu mengemuka dalam seminar "Penguatan Ketahanan Energi untuk Mendukung Ketahanan Nasional" yang digelar oleh Purnomo Yusgiantoro Center dan UPN Veteran Yogyakarta di Gedung Fakultas Teknologi Mineral UPN Veteran Yogyakarta pada Kamis (28/11/2019).

Seminar ini menghadirkan Mantan Menteri ESDM dan Menteri Pertahanan yang juga pendiri Purnomo Yusgiantoro Center, Purnomo Yusgiantoro sebagai keynote speaker.

Purnomo menuturkan ketahanan energi sangatlah penting karena berkaitan dengan kemandirian dan juga kemampuan nasional dalam merespon dinamika dari perubahan global, regional serta nasional.

Ia mengatakan, kemandirian energi berkaitan dengan 4A1S, availability yakni kemampuan memberikan jaminan ketersediaan energi, accessibility yakni memberikan akses terhadap energi, affordability yakni memberikan harga energi yang terjangkau, acceptability yakni menerima jenis energi tertentu, dan sustainability yakni menggunakan energi secara berkelanjutan.

Radiasi Nuklir Tidak Kasat Mata Jadi Tantangan Utama

"Kuncinya pemerintah dapat menarik investor untuk mengeksplorasi sumber energi yang ada di Indonesia," kata dia.

Dijelaskan pula dalam Target Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional tahun 2019-2038, batu bara masih mondominasi di angka 61 persen, diikuti oleh gas sebesar 23 persen, EBT 12 persen dan BBM 4 persen.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved