Bisnis

Dirjen IKMA Kemenperin Fokus pada Pengembangan Sentra IKM

Pengembangan Sentra IKM diharapkan dapat terintegrasi dengan pendekatan One Village One Product (OVOP).

Dirjen IKMA Kemenperin Fokus pada Pengembangan Sentra IKM
istimewa
Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih (di mimbar) saat memimpin Penyusunan Rencana Kerja Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Industri Kecil Menengah (IKM) Tahun Anggaran 2020 di Yogyakarta, Rabu (27/11/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian menggelar penyusunan Rencana Kerja Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Industri Kecil Menengah (IKM) Tahun Anggaran 2020 di Yogyakarta.

Acara yang digelar pada 27-29 November di Yogyakarta ini dipimpin langsung oleh Dirjen IKMA Gati Wibawaningsih dengan dihadiri beberapa pihak lain seperti Kementerian Keuangan, Bappenas, serta Kementerian Dalam Negeri.

"Sesuai dengan Rancangan Teknokratik RPJMN 2020-2024, target sentra industri kecil dan menengah di luar Jawa yang beroperasi adalah 50 sentra. Menindaklanjuti hal tersebut, pembinaan IKM saat ini berfokus pada pengembangan Sentra IKM yang dilakukan melalui program Dana Alokasi Khusus (DAK) serta diharapkan nantinya dapat terintegrasi dengan pendekatan One Village One Product (OVOP)," ujar Direktur Jenderal IKMA Gati Wibawaningsih, Rabu (27/11/2019).

Kawasan Industri Sentolo Juga Perlu Perhatian

Untuk itu, sebagai upaya peningkatan efektivitas pengembangan IKM, masing-masing daerah, kata Gati, dapat menggali potensi maupun komoditi unggulan yang ada untuk mendorong dihasilkannya produk yang khas maupun unik.

Hal ini sekaligus menjadi strategi pemasaran untuk lebih mengenalkan karakteristik daerah masing-masing.

Dalam upaya peningkatan sarana dan prasarana fisik, kata Gati, juga perlu diperhatikan hal-hal yang menunjang pengembangan produk lokal tersebut melalui program DAK Fisik bidang IKM tersebut.

"Beberapa kegiatan seperti, pembangunan rumah produksi, UPT, rumah kemasan, mesin dan peralatan dan lain-lain dapat diusulkan oleh Daerah sebagai upaya untuk menciptakan produksi yang konsisten dan berkesinambungan," paparnya.

Pengembangan Sentra IKM yang dititkberatkan pada fisik dan diintegrasikan dengan pendekatan One Village One Product (OVOP) tersebut, harap Gati, mampu mendorong pengembangan sektor industri di masing-masing daerah.

Telkomsel dan Kadin Berkolaborasi Mengembangkan Digital Industri Ekraf

Terlebih saat ini Presiden Joko Widodo tengah menginstruksikan pengembangan kawasan Pariwisata prioritas atau 10 Bali Baru dengan empat kawasan super prioritas yang mendapatkan percepatan pembangunan seperti Mandalika, Danau Toba, Borobudur dan Labuan Bajo.

Peluang tersebut, diharapkan daerah jangan hanya mengandalkan keindahan alamnya saja sebagai pariwisata, tetapi dapat menghasilkan suatu produk yang bersifat unik khas daerah dengan memanfaatkan sumber daya lokal, yang dipadu dengan seni budaya, sebagai kreasi dan inovasi bernilai tambah tinggi.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved