Yogyakarta

Tawon Vespa Cenderung Muncul Saat Musim Hujan

Pertengahan November lalu, warga di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah meninggal akibat sengatan tawon ndas tersebut.

Tawon Vespa Cenderung Muncul Saat Musim Hujan
Flickr
Tawon Ndas atau Vespa Affinis 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Peristiwa sengatan tawon Vespa affinis atau yang kerap dikenal dengan tawon ndas marak terjadi di beberapa wilayah belum lama ini.

Pertengahan November lalu, warga di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah meninggal akibat sengatan tawon ndas tersebut.

Menanggapi insiden tersebut Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta menyebut, di wilayah setempat potensi keberadaan tawon ndas memang ada.

Namun biasanya serangga itu cenderung muncul di awal tahun dan pada saat musim penghujan.

Kronologi Sepasang Suami Istri di Pemalang Tewas Diserang Tawon, Tubuh Penuh Luka Sengatan

"Di Jogja juga ada, tapi penanganan dan antisipasinya saja yang mesti diwaspadai," kata Kasi Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta, Mahargyo, Selasa (26/11/2019).

Mahargyo menerangkan, keberadaan tawon ndas itu cukup merata di Yogyakarta pada saat musim penghujan, pada saat ini keberadaannya sudah minim.

Belum lama ini, pihaknya juga baru melakukan operasi tangkap tawon (OTT) berdasarkan aduan dari masyarakat.

Pasalnya, dia menjelaskan tawon tersebut memang cukup berbahaya dari tawon yang lain.

"Kalau menganggu seperti di pemukiman dan rumah, baru kita ekseskusi tapi kalau di kebun atau yang tidak membahayakan tidak kita ekseskusi karena mereka kan juga butuh hidup," jelasnya.

Klaten Masih Waspadai Teror Serangan Tawon Vespa

Ditambahkannya, hingga sepanjang tahun ini pihaknya telah mendapatkan puluhan aduan terhadap keberadaan tawon ndas.

Dia juga mengklaim, sampai saat ini belum terdapat korban akibat sengatan dari tawon ndas.

Untuk itu, guna melakukan upaya preventif dan pencegahan, Damkar senantiasa mengimbau masyarakat untuk waspada dan melaporkan jika melihat keberadaan tawon ndas di sekitar pemukiman dan rumah.

"Kalau ada laporan pasti langsung kita bersihkan sampai bersih, jangan sampai ada sisa karena pasti akan balik lagi," urainya. (TRIBUNJOGJA.COM)
 

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved