Breaking News:

Kerap Tak Disadari, Ini Gejala Pria yang Mengalami Penurunan Hormon Testosteron

Data dari sebuah studi menunjukkan, ada 38,7 persen pria dengan usia di atas 45 tahun memiliki kadar testosteron kurang dari kadar normal

Editor: Mona Kriesdinar
duniafitnes.com
Ilustrasi 

- Penurunan prestasi kerja

Nugroho mengatakan, jika seseorang merasa kurang bergairah dalam kehidupan seksual dan mengalami disfungsi ereksi, atau ada tiga gejala di atas yang dirasakan, sangat mungkin pria tersebut kekurangan hormon testosteron.

"Jika paling tidak pria mengalami gejala nomor satu (penurunan dorongan seksual) atau nomor tujuh (disfungsi ereksi) atau tiga gejala lain, pria tersebut mungkin kekurangan hormon testosteron," kata Nugroho dalam acara bertajuk Men’s International Day oleh Bayer, di Jakarta, Senin (18/11/2019).

Faktor risiko sejumlah sindrom metabolik seperti Diabetes Melitus Tipe II, Hipertensi, Kadar Lemak Darah dan Obesitas juga dapat menurunkan kadar testosteron seseorang.

Kekurangan hormon testosteron, pada akhirnya dapat memicu sejumlah penyakit, baik psikis maupun fisik.

"Rendahnya hormon testosteron dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, termasuk gangguan psikologis, gangguan metabolik, gangguan kardiovaskular, gangguan seksual, permasalahan fisik, serta risiko kematian yang lebih tinggi," ujarnya.

Terapi sulih hormon

"Pria yang mengalami gejala kekurangan hormon testosteron harus segera berkonsultasi dan memeriksa kadar testosteronnya untuk mendapatkan terapi sulih hormon sehingga kualitas hidup juga menjadi lebih baik," tutur Nugroho.

Tujuan terapi sulih hormon testosteron adalah untuk mengembalikan kadar testosteron ke tingkat normal.

Penelitian membuktikan, terapi sulih hormon testosteron dapat memperbaiki setiap komponen sindrom metabolik.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved