Bantul

Berbuat Asusila, Pak Dukuh di Bantul Akhirnya Dipecat

Menurutnya, keputusan pemberhentian tersebut, murni sesuai peraturan bupati sesuai kesalahan yang telah diperbuat.

Berbuat Asusila, Pak Dukuh di Bantul Akhirnya Dipecat
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Warga Dusun Gaten Desa Tirtomulyo Kretek membentangkan spanduk penolakan, tidak mau dipimpin orang yang telah berbuat asusila. (Foto diambil saat aksi demonstrasi warga di Balaidesa setempat, 12 November lalu) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Desa Tirtomulyo, Kecamatan Kretek, Bantul, akhirnya resmi menjatuhkan sanksi pemberhentian terhadap Supriyadi, dari jabatannya sebagai Kepala dukuh Gaten, Desa Tirtomulyo.

Ia diberhentikan setelah sebelumnya didemo warganya sendiri, karena telah berbuat asusila.

Supriyadi menghamili seorang janda dua anak, tanpa ikatan pernikahan.

Perbuatannya itu, menurut Lurah Desa Tirtomulyo, Supriyadi dinilai telah melanggar Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 60 Tahun 2018 tentang Disiplin Pamong Desa.

Dalam perbup tersebut, menurutnya, seorang dukuh seharusnya menjunjung tinggi harkat, martabat dan harus menjadi panutan warga masyarakat.

Bukan sebaliknya.

Dituntut Mundur Karena Asusila, Dukuh Gaten Akui Akan Tanggung Jawab dan Tetap Pertahankan Jabatan

"Pak Dukuh Gaten diberhentikan tanggal 21 November kemarin. Pemberhentian bukan karena tekanan massa, tapi murni karena melanggar," kata Kepala Desa Tirtomulyo, Sujadi, dihubungi wartawan, Senin (25/11/2019)

Menurutnya, keputusan pemberhentian tersebut, murni sesuai peraturan bupati sesuai kesalahan yang telah diperbuat.

Sujadi mengaku sudah mengajukan penunjukan pejabat sementara (PJ) Dukuh Gaten kepada Camat Kretek.

Namun sejauh ini rekomendasi dari Camat menurutnya belum turun sampai Desa.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved