Nasional

Wapres Ma'ruf Amin: Perubahan Harus Dilakukan Secara Cepat, Tepat dan Bermanfaat

Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada pelaksanaan pengajian agung dalam rangka memperingati Maulid Baginda Nabi Muhammad di Yogyakarta, Minggu (24/11/2019)

Wapres Ma'ruf Amin: Perubahan Harus Dilakukan Secara Cepat, Tepat dan Bermanfaat
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
PERINGATAN MAULID NABI. Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kediaman Habib Hilal Al Aidid, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Minggu (24/11/2019). 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Andreas Desca Budi Gunawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada pelaksanaan pengajian agung dalam rangka memperingati Maulid Baginda Nabi Muhammad di Yogyakarta, Minggu (24/11/2019) menyampaikan bahwa perubahan cepat atau lambat akan dialami oleh Indonesia.

Terlebih saat ini sudah memasuki era globalisasi industri 4.0 yang menuntut perubahan yang cepat.

Namun menurut Ma'ruf Amin, perubahan itu harus dilakukan dengan memegang tiga hal utama yakni cepat, tepat dan bermanfaat.

Beberapa Tokoh Penting Turut Hadiri Maulid Baginda Nabi Muhammad di Yogyakarta

"Jadi saat ini kita harus melupakan filosofi Jawa yang berbunyi alon-alon waton kelakon,karena saat ini yang menjadi tuntutan utama adalah kecepatan. Namun bukan hanya kecepatan saja, akan tetapi ketepatan dan bermanfaat pun harus menjadi satu kesatuan," katanya.

Selain itu, Ma'ruf Amin juga menyinggung mengenai disrupsi yang akan menggantikan sesuatu hal yang lama dengan yang baru.

Wakil presiden Ma'ruf Amin pada pengajian agung Maulid Baginda Nabi Muhammad, Minggu (24/11/2019)
Wakil presiden Ma'ruf Amin pada pengajian agung Maulid Baginda Nabi Muhammad, Minggu (24/11/2019) (TRIBUNJOGJA.COM / Andreas Desca Budi Gunawan)

"Di Nahdlatul Ulama, kita diajarkan untuk melestarikan sesuatu yang baik. Jadi untuk menyikapi perkembangan yang ada, kita harus menjaga tradisi yang baik. Namun tidak cukup disitu saja, kita harus terus berinovasi untuk menghasilkan hal yang lebih baik dan mentransformasikannya dengan tradisi baik yang ada dan melakukan perbaikan untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik lagi secara berkesinambungan, " katanya.

Selain itu, Wapres juga menyinggung mengenai konteks Kebangsaan dan kenegaraan.

Menurutnya apa yang sudah ditingkatkan yakni NKRI dan Pancasila itu harus dijaga karena itu hasil kesepakatan.

Dia menekankan bahwa kita tidak bisa merubah NKRI menjadi bentuk negara lainnya.

Resmikan RSU Syubbanul Wathon Magelang, Maruf Amin : Kita Harus Lestarikan Gotong Royong

"Jadi jika ada yang ingin menggantikannya dengan khilafah itu tidak bisa, karena sudah kesepakatannya seperti itu. Khilafah tidak salah, namun hanya tidak bisa diterima karena kesepakatan yang sudah ada sebelumnya," tuturnya.

Dia pun mencontohkan dengan menggunakan ilustrasi yakni membawa khilafah ke Saudi Arabia.

"Disana khilafah pun tidak akan bisa diterapkan, karena yang suda menjadi kesepakatan disana adalah kerajaan," tegasnya.

Lanjutnya, kita boleh melakukan perubahan-perubahan namun tidak merubah apa yang sudah menjadi kesepakatan. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Andreas Desca
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved