Breaking News:

TRIBUN WIKI

Simbol Keislaman dan Jejak Perjuangan Kemerdekaan Indonesia di Masjid Syuhada Kotabaru Yogyakarta

Masjid Syuhada Kotabaru Yogyakarta menyimpan simbol nasionalisdan juga menyisipkan simbol Islam.

Tribun Jogja/Bramasto Adhy
Masjid Syuhada, Kotabaru, Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Proses pembangunan Masjid Syuhada menjadi penanda perjuangan islam dan perjuangan merebut Kemerdekaan Republik Indonesia kala itu.

Menurut Panji Kumoro MPhil, Peneliti Sejarah sekaligus Kepala Bagian Perpustakaan Masjid Syuhada, menuturkan simbol-simbol semangat perjuangan tersebut melekat pada bangunan fisik yang mengusung konsep moderen tersebut.

Simbol-simbol tersebut misalnya terdapat pada 17 anak tangga menuju ruang utama, gapura atau kapel berbentuk segi delapan di depan masjid serta kubah pertama berjumlah empat, dan kubah atas berjumlah lima.

"Angka tersebut menunjukkan Hari Kemerdekaan Indonesia, yaitu 17 Agustus 1945," katanya belum lama ini.

Selain simbol nasionalis, bangunan dengan 3 lantai ini juga menyisipkan simbol Islam.

Seperti 20 ventilasi di ruang bawah yang menandakan 20 sifat Allah SWT, enam jendela di ruang solat pria sebagai rukun iman.

Ruang utama Mesjid Syuhada yang didominasi oleh cat warna hijau toska, dengan arsitektur khas Persia
Ruang utama Mesjid Syuhada yang didominasi oleh cat warna hijau toska, dengan arsitektur khas Persia (Tribun Jogja/Alexander Ermando)

Lima ventilasi tempat khusus Imam simbol Rukun Islam, dan dua tiang penyangga di musala putri sebagai simbol dua keyakinan untuk menyeimbangkan kepentingan duniawi dan ukhrawi (akhirat).

"Sehingga semangat perjuangan keislaman dan semangat perjuangan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia menjadi satu tarikan nafas yang mengiringi perjalanan Masjid Syuhada," tutupnya.

Sejarah Pembangunan

Proses pembangunan masjid Syuhada ini melalui lika-liku perjalanan yang sangat panjang ditambah dengan latar belakang yang cukup kompleks kala itu dimana kondisi Indonesia tengah berjuang mempertahankan kemerdekaan dari tangan penjajah.

Halaman
123
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved