Balai Arkeologi Yogya Luncurkan Buku Foto Tapak Jejak Keraton Plered

Balai Arkeologi Yogyakarta meluncurkan buku foto tentang Keraton Mataram di Plered.

Tribun Jogja/Setya Krisna Sumargo
Peluncuran buku foto dan poster pendidikan situs Keraton Plered di Balai Arkeologi Yogyakarta, Sabtu (23/11/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Arkeologi Yogyakarta meluncurkan buku foto tentang Keraton Mataram di Plered.

Peluncuran buku foto Keraton Plered ini digelar di halaman kantor Balai Arkeologi Yogyakarta, Sabtu (23/11/2019).

Menurut Kepala Balai Arkeologi Yogyakarta, Sugeng Riyanto, buku foto sekaligus materi pengayaan pendidikan ini bagian dari program Rumah Peradaban.

Rumah Peradaban ini tidak sekadar fisik rumah atau ruang pamer, tapi menurut Sugeng Riyanto, ruang pikiran dan pendidikan terkait arkeologi dan cagar budaya.

"Saya menyambut antusias buku foto ini untuk memperkaya pengetahuan siswa dan masyarakat tentang situs Plered," kata Sugeng Riyanto.

Menurutnya, buku foto atau photobook ini gaya publikasi visual mengedepankan unsur images atau foto.

Foto-foto itu masih menurut Sugeng Riyanto, saling terangkai membentuk alur imajinasi yang runut dan kokoh.

Bedol Projo Mataram, Cara Warga Desa Pleret Peringati Perpindahan Keraton Kerto ke Kedaton Pleret

Gaya publikasi ini bagi pakar Mataram kuno ini cocok dijadikan media pembelajaran, khususnya dalam buku peragaan pendidikan.

Peluncuran buku foto dan poster pendidikan situs Keraton Plered di Balai Arkeologi Yogyakarta, Sabtu (23/11/2019)
Peluncuran buku foto dan poster pendidikan situs Keraton Plered di Balai Arkeologi Yogyakarta, Sabtu (23/11/2019) (Tribun Jogja/Setya Krisna Sumargo)

Situs Plered menempati posisi sangat penting bagi sejarah Jawa, khususnya era Mataram Islam.

Ibukota kerajaan Mataram in dibangun Susuhunan Amangkurat yang merupakan putra Sultan Agung, penguasa terbesar dan legendaris Jawa.

Di wilayah yang terletak di tenggara Keraton Yogyakarta saat ini, pernah berdiri kota benteng yang luar biasa besar dan megah.

Kini, jejak kehebatan arsitektural kota benteng dan bekas keraton itu sebagian masih bisa dilihat di permukaan. Sisanya masih terkubur.

Buku foto ini ditulis dan disusun dua arkeolog Balai Yogyakarta, Hery Priswanto dan Alifah. Keduanya intens meneliti situs Plered.

Selain buku foto, Balai Arkeologi Yogyakarta juga menerbitkan poster peraga pendidikan situs Keraton Plered.

Poster ini dimaksudkan menunjang sarana pendidikan dan sosialisasi situs. Penyusunnya Mohammad Kawari.(Tribunjogja.com/Setya KS)

Penulis: Setya Krisna Sumargo
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved