Jawa

Kapolres Pimpin Jumat Berkah Santuni Kuli Panggul Pasar Klaten

Kegiatan Jumat Berkah dengan membagikan santunan baik berupa sembako maupun nasi box dan santunan lainnya ini dilakukan untuk yang ketiga kalinya.

Kapolres Pimpin Jumat Berkah Santuni Kuli Panggul Pasar Klaten
Dokumentasi Polres Klaten
Kapolres Klaten, AKBP Wiyono Eko Prasetyo memimpin jajarannya melakukan kegiatan Jumat Berkah dengan memberikan santunan untuk para kuli panggul di Pasar Besar Klaten, Jumat (22/11/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal  

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN – Kapolres Klaten, AKBP Wiyono Eko Prasetyo memimpin jajarannya melakukan kegiatan Jumat Berkah dengan memberikan santunan untuk para kuli panggul di Pasar Besar Klaten, Jumat (22/11/2019). 

Kegiatan Jumat Berkah dengan membagikan santunan baik berupa sembako maupun nasi box dan santunan lainnya ini dilakukan untuk yang ketiga kalinya. 

"Jumat Berkah sebagai wujud kepedulian aparat kepolisian kepada masyarakat. Hal itu dilakukan agar masyarakat yang kurang mampu senantiasa dapat perhatian dari kepolisian dan sudah menjadi kewajiban sebagai hamba Allah SWT untuk peduli kepada sesama," kata AKBP Wiyono.

Kapolres Klaten Minta PP Polri Bantu Ciptakan Situasi Kamtibmas di Klaten

Melalui Jumat Berkah, kata  AKBP Wiyono, membuktikan bahwa Polri itu merupakan lembaga yang berasal dari, oleh dan untuk masyarakat.

Kemitraan antara kepolisian dan seluruh lapisan masyarakat harus dijalin secara terus menerus, karena kepolisian dalam pengabdiannya mengutamakan kepentingan masyarakat. 

Menurut AKBP Wiyono, Jumat Berkah sudah menjadi agenda rutin Polres Klaten dan seluruh Polsek se Kabupaten Klaten.

UNBOXING KULINER: Snack Hits Super Ekonomis di Jogja

Dalam teknisnya, Polri bekerja sama dengan aparat kecamatan baik Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) dan Kepala Desa (Kades) maupun perangkat desa untuk mendata warga yang layak menerima bantuan.

"Santunan yang diberikan antara lain untuk yatim piatu yang ada di panti asuhan, buruh tani, warga kurang mampu, orang tua jompo, difabel, pengamen, anak jalanan, abang becak, ojek, kuli panggul dan komunitas lainnya," ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: vim
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved