Nasional

2.000 Kader Ekspedisi Bakti Pemuda PMK Disiapkan jadi Kader Perubahan

Muhadjir mengatakan program ini baru perdana dilaksanakan. Ia berharap seluruh provinsi bisa mengadopsi program ini.

2.000 Kader Ekspedisi Bakti Pemuda PMK Disiapkan jadi Kader Perubahan
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengalungkan tanda kader PMK, Kamis (21/11/2019) pada Upacara Puncak Ekspedisi Bakti Pemuda PMK untuk NKRI di Lapangan Rindam IV/Diponegoro, Kota Magelang 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Program Ekspedisi Bakti Pemuda PMK untuk NKRI telah selesai dilaksanakan, Kamis (21/11/2019).

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy berpesan kepada 2.000 kader PMK dapat menjadi kader perubahan yang terjun di setiap aktivitas pembangunan manusia dan kebudayaan.

"Para peserta diharapkan dapat menjadi kader perubahan, dengan mempraktikkan perilaku bertanggung jawab, kerja keras, optimis, kerjasama, bersikap toleransi, dan memperkuat ke-bhineka tunggal ika-an Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat," kata Muhadjir dalam sambutannya, Kamis (21/11/2019) pada Upacara Puncak Ekspedisi Bakti Pemuda PMK untuk NKRI di Lapangan Rindam IV/Diponegoro, Kota Magelang.

Menko PMK: Pendidikan Karakter Penting untuk Cegah Paham Kontra Ideologi Nasional

Muhadjir mengatakan, tahun 2030, Indonesia diprediksi akan mengalami era bonus demografi, dimana jumlah penduduk usia produktif akan melampau jumlah penduduk usia non-produktif.

Bonus demografi ini perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Kaitannya dengan itu, terutama adalah peningkatan kualitas manusia Indonesia.

Pemuda menjadi salah satu sasaran pembangunan SDM yang menjadi prioritas pembangunan.

Dengan SDM unggul dan berdaya saing tinggi, maka Indonesia akan maju.

"Keuntungan penduduk usia produktif, bekerja produktif dengan penghasilan tinggi. Penghasilan ini disamping untuk kepentingan diri, juga bisa menghidupi kebutuhan penduduk yang tak produktif. Sebaliknya kalau penduduk usia produktif tak punya kemampuan yang bagus, keterampilan, kecakapan, atau tak bekerja, akan terjadi jebakan pendapatan menengah atau middle income trap. Kalau pendapatan menengah, jadi negara maju susah. Jadi negara miskin yang mudah," katanya.

Menko PMK Merasa Kehilangan Atas Meninggalnya Teman Dekatnya, Bahtiar Effendy

Halaman
12
Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved