Gunungkidul

Pertunjukkan Wayang Kulit di Gunungkidul Masih Dinilai Punya Gengsi Tinggi

Masih banyaknya pertunjukkan wayang kulit di Gunungkidul dapat untuk meregenerasi dalang.

Pertunjukkan Wayang Kulit di Gunungkidul Masih Dinilai Punya Gengsi Tinggi
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Masih banyaknya masyarakat Kabupaten Gunungkidul yang menyelenggarakan hajatan dengan menggelar pertunjukkan wayang kulit dapat untuk meregenerasi dalang di Gunungkidul.

Pernyataan tersebut diutarakan oleh Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, CB Supriyanto, Selasa (19/11/2019).

Menurutnya, pertunjukkan wayang kulit memiliki gengsi yang tinggi bagi masyarakat Gunungkidul sehingga dalang akan tetap mendapatkan pekerjaan di Gunungkidul.

Anggaran Dropping Air Bersih Habis, Pemkab Gunungkidul Bergantung Bantuan Pihak Ketiga

"Kebanyakan yang main di hajatan adalah dalang-dalang asli Gunungkidul, ini bisa untuk regenerasi dalang. Berbeda lho di Gunungkidul dengan daerah lainnya, karena daerah lain sudah jarang masyarakat yang mau menggelar wayang kulit," ucapnya.

Namun, sambungnya masyarakat yang menggelar pertunjukkan waynag kulit yang menggunakan dalang asli Gunungkidul masih bersifat personal.

Maksudnya, jika pagelaran yang menggelar secara kolektif, masih mengundang dalang dari luar daerah.

"Biasanya yang mengundang dalang lokal perseorangan tetapi kalau acara-acara seperti rasullan dan acara lain yang sifatnya kolektif kebanyakan mengundang dalang-dalang dari luar daerah, karena kalau mengundang dalang dari Gunungkidul masih terjangkau tetapi saat ini sudah banyak dalang Gunungkidul yang sudah mulai dikenal di daerah lain seperti Gilang," imbuhnya.

7 Rekomendasi Minuman Bubble Tea Kekinian di Jogja

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, Agus Kamtono mengatakan pagelaran yang biasanya digelar menggunakan dana keistimewaan dikhususkan mengundang dalang-dalang asli Gunungkidul.

"Kalau kegiatan yang dibiayai oleh danais memang harus dalang asli Gunungkidul, kalau ada pertunjukkan wayang kulit dalangnya bukan dari Gunungkidul bisanya mereka kolektif tidak menggunakan dana istimewa," ujarnya.

Hal tersebut dilakukan agar dalang-dalang muda asli Gunungkidul dikenal oleh masyarakat sehingga perlu pertunjukkan untuk menambah jam terbang.

"Dalang kan dikenal per desa dulu nanti naik beberapa desa, nanti dikenal kecamatan, dan meningkat terus menerus sehingga dibutuhkan pertunjukkan-pertunjukkan untuk memfasilitasi mereka," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved