Yogyakarta

Para Pemburu Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani Mulai Membeludak

Akibatnya, antrean memanjang dan tidak menutup kemungkinan para calon pelamar harus mengurungkan diri ataupun berpindah RS untuk bisa mendapatkan sura

Para Pemburu Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani Mulai Membeludak
IST
Antrean pencari Surat keterangan Sehat Jasmani dan Rohani di RSUP dr. Sardjito yang mulai memanjang sejak Senin (18/11/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Para calon pelamar Calon Pengawal Negeri Sipil (CPNS) mulai memburu Surat Keterangan Jasmani dan Rohani di beberapa Rumah Sakit milik pemerintah yang ada di DIY.

Akibatnya, antrean memanjang dan tidak menutup kemungkinan para calon pelamar harus mengurungkan diri ataupun berpindah RS untuk bisa mendapatkan surat tersebut.

Seperti halnya yang dialami oleh Marsa Nandya (22), warga asal Suryadiningrat harus berganti RS tujuan pertama dikarenakan sudah tidak kebagian nomor urut.

Jutaan Peserta CPNS Sudah Bikin Akun, Ini Daftar Lembaga dan Formasi Paling Diminati

"Awalnya saya di RSUD Wirosaban. Saya datang jam 8 tapi sudah penuh dan kalau mau antre dapat di hari Jumat. Lalu saya coba ke RSUP dr. Sardjito dan dapat nomor antrean 163," ungkapnya.

Marsa mengungkapkannya, jika di RSUP dr. Sardjito sendiri dirinya harus menunggu sampai dengan pukul 13.00 lebih untuk bisa tes kesehatan jasmani.

Belum lagi besok sebelum pukul 07.00 WIB, dirinya harus sudah berada di RSUP. dr. Sardjito untuk melakukan tes kesehatan rohani.

Dia menjelaskan, jika lowongan CPNS yang ingin dia tuju yakni di Pemda DIY ataupun Pemkot Yogyakarta.

Oleh karenanya, surat-surat tersebut harus diurus terlebih dahulu sebagai persyaratan administrasi.

"Kalau di Kementerian memang di akhir harus tesnya. Kalau di Pemda atau Pemkot Yogyakarta di awal. Walaupun harus ribet di awal tidak masalah, saya mikirnya nanti kalau di Kementerian lebih banyak pesaingnya," terangnya.

Download Surat Akreditasi BAN PT Syarat Daftar CPNS 2019, Kampus UGM, UNY, UII, UIN, UPN, UMY, UIN

Hal serupa juga dialami Annisa Bella (23), calon pelamar asal Bantul.

Bella menjelaskan, untuk bisa mendapatkan surat keterangan tersebut dirinya harus dua kali datang ke RSUD Bantul dikarenakan di hari pertama dirinya tidak kebagian nomor antrean.

"Aku datang hari Sabtu di RSUD yang sesuai KTP ku jam 5 pagi, itu sudah penuh. Itu hanya untuk mengambil nomor antrean. Setelah aku antre sampai jam 6 dan antrean dibagi, ternyata aku tidak dapat, akhirnya aku pulang," terangnya.

Kemudian Bella mengaku datang kembali ke RSUD Bantul pada hari Senin. Dia mengaku datang lebih pagi agar dapat antrean.

Pada saat dia tiba di hari Senin, dia mengaku sebelumnya sudah ada banyak calon pelamar yang juga mengantre sejak jam 1 pagi dan menginap di RSUD.

"Hari Senin aku datang lebih pagi. Eh ternyata sudah banyak yang antre. Meraka pada datang jam 1 pagi dan nginep. Ada yang mengelar sleeping bag. Saat dibagi antrean aku juga dapat nomor akhir, nomor 72. Padahal antrean hanya sampai 80," ungkapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved