Pendidikan

Festival Budaya Pendidikan Khusus, Ajang Unjuk Gigi Penyandang Disabilitas

Ribuan anak berkebutuhan khusus (ABK) begitu antusias mengikuti Festival Budaya yang diselenggarakan oleh Disdikpora DIY.

Festival Budaya Pendidikan Khusus, Ajang Unjuk Gigi Penyandang Disabilitas
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Pemukulan gong oleh Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, sebagai tanda dibukanya Festival Budaya Pendidikan Khusus, di komplek Pyramid Cafe, Sewon, Bantul, Selasa (19/11/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Ribuan anak berkebutuhan khusus (ABK) begitu antusias mengikuti Festival Budaya yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, di komplek Pyramid Cafe, Sewon, Bantul, pada Selasa (19/11/2019) siang.

Mengusung jargon 'Aku Ada dan Aku Bisa', ABK dari sekolah luar biasa, serta sekolah penyelenggara inklusi di seluruh DIY pun mendapat kesempatan untuk unjuk bakat dan kreasinya.

Tentu saja, kesempatan ini tak dilewatkan oleh stakeholder di setiap sekolah.

Mulai dari bakat seni bermusik, bernyanyi dan menari yang ditampilkan di atas panggung nan megah, para penyandang disabilitas pun dengan penuh percaya diri, memamerkan berbagai kreasi dan inovasinya, melalui stand-stand yang sudah disediakan.

Pemda DIY Anggarkan Rp 9 Miliar untuk Perbaikan Sekolah Tahun 2020

Ya, sebut saja lukisan menawan, tas rajut, kain batik, hiasan dinding, asesoris rumah, beragam busana dan olahan makanan, serta minuman tradisional, maupun kekinian, menjadi bukti yang sahih, bahwa ABK pun mampu berkreasi layakanya manusia normal. 

Bahkan, mereka terlihat tak canggung menawarkan hasil karyanya kepada para pengunjung stand, yang tampak mengagumi produk-produk itu.

Hal tersebut tentunya menjadi modal berharga mereka, dalam bersosilsasi dengan masyarakat secara umum.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, melalui Festival Budaya semacam ini, pihaknya ingin memberikan sebuah wadah bagi para ABK, untuk menyalurkan, sekaligus menuangkan seluruh minat, serta bakat yang dimilikinya.

Korelasi Orangtua, Sekolah dan Masyarakat Dapat Cegah Klitih

"ABK butuh eksistensi diri, perlu diberikan saluran agar mereka bisa membangun rasa percaya diri. Ya, karena untuk bisa mandiri itu awalnya harus percaya diri dulu. Nah, melalui event ini salah satunya," katanya.

Ia mengungkapkan, pada saatnya nanti, anak-anak tersebut akan lulus sekolah dan lepas dari dari sistem, serta pengawasan dari para gurunya.

Halaman
12
Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved