Pendidikan

10 Guru Madrasah Akan Ikuti Lomba Anugerah GTK dan Lomba Inovasi Pembelajaran Tingkat Nasional

Sebanyak 10 guru kontingen DIY yang akan mengikuti kompetisi tingkat nasional tersebut telah mengikuti seleksi tingkat kabupaten dan kanwil.

10 Guru Madrasah Akan Ikuti Lomba Anugerah GTK dan Lomba Inovasi Pembelajaran Tingkat Nasional
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Sebanyak 10 guru tingkat RA, MI, MTS dan MA se-DIY akan mengikuti lomba Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dan lomba Inovasi Pembelajaran Guru Madrasah yang akan diselenggarakan di Lampung pada 20-24 November 2019 dalam rangka Hari Guru Nasional. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 10 guru tingkat RA, MI, MTS dan MA se-DIY akan mengikuti lomba Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dan lomba Inovasi Pembelajaran Guru Madrasah yang akan diselenggarakan di Lampung pada 20-24 November 2019 dalam rangka Hari Guru Nasional.

Kasi Pendidik danTenaga Kependidikan Kanwil Kemenag DIY, Suud mengatakan, pada kompetisi ini, kontingen DIY mengirimkan delapan guru untuk mengikuti lomba Anugerah GTK dan dua guru untuk mengikuti lomba Inovasi Pembelajaran Guru Madrasah.

Sebanyak 10 guru kontingen DIY yang akan mengikuti kompetisi tingkat nasional tersebut telah mengikuti seleksi tingkat kabupaten dan kanwil.

Sebanyak 17 Guru dan Tenaga Kependidikan DIY Akan Ikuti Lomba GTK PAUD dan DIKMAS

"Di tingkat nasional, para guru akan mempresentasikan hasil inovasinya. Misal inovasi pembelajaran itu inovasi di dalam mata pelajaran MIPA dan IPS. Seperti MTS 6 Bantul yang menggunakan media papan permainan berbantu internet dalam meningkatkan keterampilan menulis poster," ujarnya ketika ditemui di Kakanwil Kemenag DIY, Selasa (19/11/2019).

Kemudian inovasi lainnya yang diusung oleh guru kontingen DIY  yakni media pembelajaran MIPA berbasis Android.

Sedangkan untuk lomba Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), kata Suud, konsepnya hampir mirip dengan inovasi pembelajaran guru Madrasah.

"Karena inovasi pembelajaran Guru Madrasah ini konsepnya best practice, jadi berdasarkan pengalaman yang sudah dilakukan," kata dia

Kepala Raudatul Athfal (RA) Terpadu Nurul Dzikri, Nova Indriati mengatakan, pada kompetisi ini pihaknya mengusung tentang Strategi Pembelajaran Berbasis Pendidikan Karakter Melalui Implementasi Buku Saku Lintar di RA Nurul Dzikri.

Porseni IGTKI-PGRI DIY Kembali Digelar

"Orangtua punya tanggung jawab yang sama untuk menumbuhkan karakter, jadi ada pelibatan orangtua dalam menstimulasi karakter yakni dengan cara mengintegrasikan beberapa aspek berupa kognitif, bahasa, moral, fisik, motorik, emosional dan seni," ujarnya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag DIY Edhi Gunawan menambahkan, melalui berbagai macam kompetisi yang diikuti oleh guru kontingen DIY ini harapanya dapat mengangkat pendidikan keagamaan.

"Harapanya bisa membawa nama baik Yogyakarta yang sama ini menjadi tolok ukur di indo termasuk pendidikan keagaamaan," ungkapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved