Kota Yogya

Uji Coba Demi Pedestarian, Dishub Kota Yogya Pasang Rambu Tambahan hingga Atur ATCS

Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta melakukan berbagai persiapan untuk uji coba semi pedestarian Malioboro.

Uji Coba Demi Pedestarian, Dishub Kota Yogya Pasang Rambu Tambahan hingga Atur ATCS
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta melakukan berbagai persiapan untuk uji coba semi pedestarian Malioboro.

Kabid Lalulintas Dishub Kota Yogyakarta, Windarto mengatakan, konsep Selasa Pon sama dengan Selasa Wage.

Yang membedakan adalah situasi Malioboro.

"Konsepnya sama persis, yang beda situasinya. Kalau Selasa Wage kan tidak ada pedagang kaki lima (PKL), andong, becak. Sedangkan besok ini (Selasa Pon) ada PKL, andong, dan becak, jadinya ya seperti hari biasa itu," katanya saat dihubungi Tribunjogja.com, Senin (18/11/2019).

Uji Coba Malioboro Bebas Kendaraan Selain Selasa Wage, Dishub DIY Kerahkan 90 Personel

Sama seperti Selasa Wage, kendaraan bermotor tidak boleh masuk ke Malioboro.

Hanya transportasi umum Transjogja dan kendaraan darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran, yang diperbolehkan melintas Malioboro.

Guna memberikan pemahaman kepada masyarakat, pihaknya telah memasang rambu-rambu tambahan.

"Sirip-sirip Malioboro menjadi dua arah, tetapi tidak boleh masuk Malioboro. Ada pemasangan rambu-rambu khusus, ya papan tambahan saja, dipasang di ujung Barat Dagen, Sosrowijayan, masyarakat dilarang masuk kecuali penghuni dan tamu hotel," jelasnya.

"Ujung-ujung jalan yang bersinggungan dengan Malioboro, kami tutup barikade. Sudah kami pasang hari ini, besok paling hanya membernarkan posisinya saja," sambungnya.

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved