MotoGP

Bukan Kecewa dan Sedih, Jorge Lorenzo Justru Bahagia Bisa Pensiun dari MotoGP

Tak merasa kecewa dan sedih, Jorge Lorenzo justru menemukan kebebasan dan bahagia setelah memutuskan untuk pensiun dari MotoGP.

Bukan Kecewa dan Sedih, Jorge Lorenzo Justru Bahagia Bisa Pensiun dari MotoGP
www.instagram.com/hrc_motogp
Jorge Lorenzo mengumumkan pensiun dari MotoGP pada Kamis (14/11/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Di hari terakhirnya balapan di Valencia, tak tampak raut wajah Jorge Lorenzo. Dia justru penuh senyum seusai balapan dan bersenang-senang diperayaan Triple Crown Honda Racing Corporation (HRC).

Alih-alih merasa sedih dan kecewa, Lorenzo justru merasa mendapat kebebasan seusai mengumumkan pensiun.

Lorenzo bersyukur setelah mampu menyelesaikan balapan dan melewati garis finis dengan selamat di Valencia. 

Pebalap 32 tahun ini finis di posisi ke-13, 51 detik di belakan juara seri Valencia Marc Marquez.

Marc Marquez Kalahkan Rekor Lorenzo, Raih Poin Tertinggi di MotoGP

Hasil MotoGP Valencia 2019 - Marquez Persembahkan Triple Crown untuk Repsol Honda

Satu-satunya hal yang akan dirindukannya adalah kemenangan dan balapan, hal ini wajar mengingat dia pernah meraih 68 kemenangan, 69 pole position, 152 podium, dan lima kali gelar juara dunia sepanjang karirnya.

"Aku sangat bahagia. Aku merasakan banyak kegembiraan. Aku merasa bebas. Ketika aku melewati garis, aku merasakan kebebasan karena aku keluar dari olahraga ini dengan sehat, masih muda, dan punya kesempatan untuk menikmati banyak aspek kehidupan," ungkapnya dikutip Tribunjogja.com dari laman Crash.net, Senin (18/11/2019)

"Hidup cuma sekali. Kau punya kesempatan untuk menikmatinya. Kau punya banyak hal untuk dipikirkan, banyak sekali tanggung jawab, seperti yang kurasakan sekarang. Kita perlu mengambil kesempatan ini dan itu yang kan kulakukan untuk siang ini dan malam ini," imbuhnya.

Lorenzo mengatakan dia sempat membayangkan bagaimana perasaannya ketika ada di depan garis start.

Dia membayangkan akan balapan dengan santai dan tanpa beban, tapi justru merasakan sebaliknya.

"Aku merasakan tekanan karena aku sangat ingin tidak membuat kesalahan di start, di lap pertama karena aku melihat di kelas lain treknya sangat licin, sulit, dan ada risiko untuk terjatuh serta melakukan kesalahan," katanya.

Seusai balapan, dia merasa bahagia karena timnya dapat mencapai target yaitu mendapatkan Triple Crown di musim ini, sekaligus menjadi musim yang sempurna untuk rekan setimnya, Marc Marquez.

"Tapi kalian tahu, aku telah melakukan yang terbaik. Aku tidak merasa kecewa," akunya.

( Tribunjogja.com | Fatimah Artayu Fitrazana)

Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana
Editor: Yoseph Hary W
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved