PSIM Jogja Harus Lebih Selektif Pilih Pemain Musim Depan

PSIM Yogyakarta diharapkan lebih selektif dalam memilih komposisi pemain di musim kompetisi mendatang

PSIM Jogja Harus Lebih Selektif Pilih Pemain Musim Depan
Tribun Jogja/Hanif Suryo
Selebrasi Yoga Pratama saat mencetak gol ke gawang Persatu Tuban beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Antiklimaks. Kata itu mungkin bisa menggambarkan perjalanan PSIM Jogja di kompetisi Liga 2 2019.

Dibuai ekspektasi tinggi di awal kompetisi, pendemen tim berjuluk Laskar Mataram dibikin patah hati lantaran tim kebanggaannya tak kunjung menorehkan prestasi.

Polemik Gaji Pemain PSIM Yogyakarta Sudah Beres, Sejumlah Penggawa Laskar Mataram Terima Gaji Penuh

Tak Alami Masalah Finansial, PSIM Jogja Bayar Tunggakan Gaji ke Sejumlah Pemain

Investor anyar di awal kompetisi disusul bergabungnya pemain-pemain berlabel bintang jebolan kasta tertinggi, membumbung tinggi harapan suporter tim berlogo tugu ini.

Sayang, pembentukan tim yang mengusung slogan 'PSIM Reborn' musim ini, tak lepas dari beragam kontroversi.

Menggaet pemain yang sebelumnya sudah terikat kontrak dengan klub lain terbukti jadi blunder fatal.

MENANG. Sejumlah pemain PSIM Yogyakarta merayakan gol yang dicetak Rafi Angga ke gawang Persatu Tuban saat lanjutan kompetisi Liga 2 di Stadion Mandala Krida Kota Yogyakarta, Minggu (13/10/2019). Dalam laga tersbeut PSIM Yogyakarta berhasuil mengalahkan tim tamu Persatu Tuban.
MENANG. Sejumlah pemain PSIM Yogyakarta merayakan gol yang dicetak Rafi Angga ke gawang Persatu Tuban saat lanjutan kompetisi Liga 2 di Stadion Mandala Krida Kota Yogyakarta, Minggu (13/10/2019). Dalam laga tersbeut PSIM Yogyakarta berhasuil mengalahkan tim tamu Persatu Tuban. (TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri)

Pemain yang sebelumnya berekspektasi membela Laskar Kujang, 'dipaksa' alih kontrak ke PSIM Jogja.

Selain itu, tiga kali pergantian pelatih kepala jadi bukti kondisi tim tidak baik-baik saja.

Hal ini diperparah blunder di bursa transfer paruh kompetisi.

Tim yang sempat bertengger di posisi runner up paruh musim, justru terseok-seok di putaran kedua seiring perombakan besar-besaran yang dilakukan.

Kiper PSIM Ivan Febrianto Warisi Bakat Sang Ayah yang Merupakan Eks Penjaga Gawang Arseto Solo

Masih Ingin Terus Bermain, Striker PSIM Cristian Gonzales Tetap Berlatih Untuk Jaga Kebugaran Fisik

Jangankan target promosi, pandemen Laskar Mataram harus pasrah melihat tim kebanggannya terhenti di fase penyisihan grup dan gagal lolos ke babak 8 besar.

Halaman
12
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved