Breaking News:

Viral Kisah Lucu Beli Kaos Ukuran Besar (L) di Harbolnas, Pas Dipakai Jadinya Malah Begini

Tiap tanggal 11 November adalah hari Halbonas. Salah satu warganet Twitter membagikan unggahan viral tentang pesanan kaos yang tidak sesuai ukuran.

Twitter @candra_aditya
Viral belanja kaos murah di toko online Halbonas ternyata ukurannya tidak sesuai 

Viral Kisah Lucu Beli Kaos Ukuran Besar (L) di Harbolnas, Pas Dipakai Jadinya Malah Begini

TRIBUNJOGJA.COM - Tiap tanggal 11 November  2019, Indonesia merayakan Hari Belanja Online Nasional (Harbolns).

Namun ada hal lucu terkait Harbolnas. Adalah sebuah unggahan pengguna Twitter viral ketika mendapatkan kaos diskon ukuran besar (L) disalah satu toko online.

Namun, ketika barang didapatkan ternyata ukuran baju lebih kecil. 

Harlbonas dilakukan setiap tahun berbagai toko online yang menyediakan berbagai promo menarik dan diskon.

Seperti diskon makanan, belanja, traveling dan masih banyak lagi.

Toko online bahkan memberi diskon murah untuk menggaet pembeli berbelanja dan menggunakan diskon.

Dikutip dari website harlbonas.com, hari belanja online ini menginjak tahun keenam, lebih dari 250 e-commerce yang berpartisipasi.

Warganet Twitter, mengunggah baju di salah satu toko online seharga Rp6.160.

Baju tersebut bertuliskan kaos Ringer Tee Katun Tumblr Shirt.

Kaos pendek tersebut berwarna kuning dengan garis hitam di ujungnya.

Akun Twitter @candra_aditya, mengaku membeli kaos ukuran besar (L) pada harlbonas 11:11 seharga Rp7.000, namun kaos yang dipakainya ternyata berukuran lebih kecil.

Kaos itu terlihat ketat di lengan dan hanya menutupi sebagian perut.

Akun Twitter Aditya sebenarnya ingin bercanda karena ukuran kaos yang beli tidak sesuai pesanan.

Sambil bergaya menggunakan kacamata hitam, Aditya menunjukkan kaos ketat yang memperlihatkan bagian perut. 

Twitter @candra_aditya, Kaos warna kuning yang dibeli Aditya di toko online ketika Halbonas seharga Rp 6.160
Twitter @candra_aditya, Kaos warna kuning yang dibeli Aditya di toko online ketika Halbonas seharga Rp 6.160 (Twitter @candra_aditya)

"Jadi kemarin 11:11 beli kaos di toko online seharga 7rebu. pesen ukuran L. hari ini dateng dan kayak begini bentukannya pas gue pake" tulis Aditya di Twitter.

Warganet ikut berkomentar foto-foto yang diunggah Aditya. Ada yang berkomentar Aditya mirip Hatchi. Ada juga warganet tertawa karena membeli kaos sama dan mendapat ukuran yang sama.

@ajgdefg : aku ikut bersimpati atas salah ukurannya.
Kedua: aku minta maaf soalnya aku ketawa.

@Lini_ZQ : Eh yak ampunnnn ku ingin ketawa. Maap

@mamanengine : Sama banget yg saya beli tapi warna item wkwkw

@_banggiel : Hatchi si lebah kecil

@satanofbitch : Maw mangkal kmn bang wkwk

@candra_aditya : Wanjir aku juga beli kaos ini, tapi belom dateng. Kita liat nanti kalo idah dateng yak

@hurtfulsummer : baca sizechartnya dulu bang

Bunuh diri

Hari belanja online atau yang di tanah air dikenal dengan istrilah Habolnas memang sangat menarik. Bagaimana tidak, barang-barang dijual dengan harga yang lebih rendah dari biasanya. Jika Anda beruntung, maka Anda bisa mendapatkan barang berkualitas bagus namun dengan harga sangat minimal.

ilustrasi
ilustrasi (cnbc.com)

Hal ini tentu saja menarik begitu banyak orang untuk ikut memburu barang-barang idaman mereka.

Namun, gara-gara Harbolnas ini pula seseorang bisa 'kalap' tanpa sadar membelanjakan begitu banyak uang hingga tak terkendali.

Inilah yang terjadi di China.

Seorang perempuan menghabiskan uang hingga Rp 600 juta untuk belanja online di Harbolnas setempat.

Sang suami yang mengetahui hal itu, tentu saja stres bukan kepalang.

Wang, seorang pria di China turun setelah mencoba bunuh diri dengan jatuh dari puncak apartemen 33 lantai.

Wang berniat mengakhiri hidup setelah tahu sang istri habis Rp 600 juta untuk harbolnas setempat. (Red Star News via Mothership)

Ia bahkan nekat ingin bunuh diri.

Sebagaimana dilansir Mothership, Rabu (13/11/2019), insiden itu dikabarkan terjadi di Kota Luzhou, Provinsi Sichuan, pada akhir pekan lalu.

Semua berawal ketika Wang mengetahui bahwa si istri, Zhan, sudah menghabiskan uang banyak untuk berbelanja di toko daring setempat.

Kemudian, perempuan berusia 29 tahun itu juga berniat untuk memanfaatkan diskon pada 11.11, dikenal juga sebagai Harbolnas China.

Dilansir Red Star News, pasangan itu terlibat dalam pertengkaran hebat setelah Wang tahu Zhan menghabiskan lebih dari 300.000 yuan, atau Rp 600 juta.

Wang yang bekerja sebagai sales itu lalu berjalan menuju puncak dari apartemen 33 lantai, dan berniat bunuh diri dengan terjun ke bawah.

Polisi lokal segera mengerahkan personel ke lokasi kejadian setelah mereka menerima laporan pada pukul 22.00 waktu setempat.

Kepolisian mengatakan, saat itu pria berumur 29 tahun itu begitu stres. Sehingga suasana di sana begitu tegang dan menakutkan.

Untungnya, aparat penegak hukum bisa menenangkannya dengan meminta Wang memikirkan anaknya yang masih kecil sebelum nekat mengakhiri hidup.

Berkat bujukan mereka, Wang kemudian mengurungkan niat untuk bunuh diri, dan bersedia turun setelah 30 menit lamanya.

Meski begitu, ketika turun ke bawah, pencari nafkah tunggal itu masih nampak emosional.

Jadi, polisi menelepon orangtua Wang dan Zhan.

Baru setelah orangtua dan mertuanya datang, dia jauh lebih tenang, dan berkata bakal bekerja keras untuk melunasi utang sang istri.

Ini bukan kali pertama istrinya itu terjerat utang.

Sebelumnya, dia sempat habis 200.000 yuan, atau Rp 400 juta, untuk barang mewah.

Dia menggunakan kartu kredit dan pinjaman untuk membeli tas mewah, parfum, hingga pakaian.

Kebiasaannya makin parah setelah melahirkan tahun lalu.

Meski Zhan kemudian menjual barang yang dibeli setelah beberapa bulam memakainya, dia masih tetap terjebak dalam utang besar.

Begitu melihat Wang berniat bunuh diri di depan matanya, Zhan pun berjanji tidak akan lagi menghabiskan uang di harbolnas. (Tribunjogja.com | Dwi Latifatul Fajri, Mona Kriesdinar)

Penulis: Dwi Latifatul Fajri
Editor: Rina Eviana
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved