Yogyakarta

Kepala Dinsos Usulkan Bahasa Jawa Jadi Salah Satu Materi Ujian CPNS dan Kenaikan Pangkat

Ketua Komisi D DPRD DIY Kuswanto mengatakan kesepakatannya dengan usulan terkait tes CPNS dan naik jabatan di DIY.

Kepala Dinsos Usulkan Bahasa Jawa Jadi Salah Satu Materi Ujian CPNS dan Kenaikan Pangkat
TRIBUNJOGJA.COM / Bramasto Adhy
Warga melintasi aksara Jawa di sekitar Jembatan Layang Jombor, Sleman, Senin (26/2). Penggunaan aksara Jawa dan bahasa Jawa di masyarakat semakin berkurang seiring perkembangan jaman. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penggunaan bahasa Jawa yang masih dibahas dalam Raperda inisiatif Pelestarian Huruf dan Bahasa Jawa terus berproses.

Muncul usulan agar materi bahasa Jawa masuk menjadi syarat dalam tes masuk CPNS dan kenaikan jabatan aparatur sipil negara (ASN).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIY, Untung Sukaryadi, menjelaskan, pelestarian bahasa Jawa ini bisa digunakan untuk beberapa tes masuk.

Misalnya, orang mau menjadi Kepala Dusun, tesnya harus bisa bahasa dan aksara Jawa.

Perayaan Hari Jadi ke-68 Kulon Progo, Pedagang Pasar Wates Gelar Upacara Bendera Berbahasa Jawa

"Orang mau naik pangkat harus bisa juga bahasa dan aksara. Ini kalau sudah mengikat mau tak mau dilakukan.
ASN mau naik pangkat harus tes bahasa dan aksara Jawa. Orang luar Jawa mau masuk ASN di DIY harus bisa Jawa. Ini harus jadi daya paksa," ujar Untung dalam Rapat Penyempurnaan Draf Raperda Inisiatif DPRD DIY tentang Pelestarian Huruf dan Bahasa Jawa di DPRD DIY, Jumat (15/11/2019).

Untung mengatakan, di Dinas sosial pihaknya pun sudah membuat gerakan bangga menggunakan aksara Jawa. Hal ini untuk membangun generasi muda yang Njawani.

"Aksara dan bahasa ini suatu identitas dan alat pemersatu pada perspektif sosial. Hal ini juga perlu dilestarikan, dikembangkan dan diimplementasikan agar tak hanya jadi hiasan. Dalam implementasi, tak bisa sakleg tapi adaptatif dan fleksibel," jelas Untung.

Untung juga menyebut perlu pedoman adaptatif dan fleksibel terkait penulisan aksara Jawa yang adaptatif dan fleksibel. Aksara jawa bisa untuk menulis bahasa Indonesia dan bahasa asing serapan juga.

"Ibaratnya seperti pecis, dipakai untuk pakaian apapun bisa," ujarnya.

Ayub Antoh The Sad Boys, Putra Papua Eks PSIM Yogya Fasih Nyanyikan Lagu Berbahasa Jawa

Halaman
12
Penulis: Agung Ismiyanto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved